Anggota Komisi D DPRD Pati Soroti Potensi Wisata untuk Tingkatkan PAD Kecil

Oleh Badil Cadoc Erik 17 Apr 2026, 00:25 WIB 19 Views

Karesidenan.com – 17 April 2026 | Potensi pariwisata Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan utama setelah anggota Komisi D DPRD Pati, Adhi Pamungkas, menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih berada pada level minim. Dalam sebuah wawancara yang dilangsungkan di kompleks Setda Pati, Adhi menekankan bahwa pemanfaatan optimal aset wisata lokal dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD daerah.

Adhi menambahkan bahwa Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) harus meningkatkan kerja sama dengan pengelola tempat wisata setempat. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi praktis untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata. Saat ini, target PAD yang diharapkan berasal dari sektor wisata ditetapkan sebesar Rp300 juta per tahun, namun realisasi masih jauh di bawah angka tersebut.

“Untuk wisata ini yang masuk ke PAD ke Pemda itu minim. Jadi per tahun kurang lebih Rp300 juta,” jelasnya, menegaskan bahwa angka tersebut masih belum tercapai secara konsisten. Ia menilai, meski target masih terbilang kecil, potensi yang ada di wilayah Pati jauh lebih besar jika dikelola secara profesional dan terintegrasi.

Berbagai objek wisata yang berada di dalam wilayah Pati, antara lain Waduk Gunung Rowo, Gua Pancur, dan Waduk Seloromo, menjadi contoh konkret dari sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Adhi menyoroti bahwa jika ketiga tempat ini dapat dikelola dengan baik, target PAD yang ditetapkan dapat terlampaui dengan mudah.

“Potensinya seharusnya bagus dari PAD itu dari yang ada di Gunung Rowo, Gua Pancur terus Waduk Gembong itu kan sudah menjadi wisata nasional,” ujarnya, menambahkan bahwa Waduk Gembong (yang merupakan bagian dari Waduk Seloromo) sudah memiliki status wisata nasional, namun masih belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Untuk mewujudkan sinergi yang diharapkan, Adhi mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Pembentukan forum koordinasi rutin antara pemerintah desa, Disporapar, dan pengelola wisata lokal.
  • Peningkatan kapasitas SDM di bidang manajemen wisata melalui pelatihan dan workshop.
  • Pengembangan infrastruktur penunjang, seperti akses jalan, fasilitas sanitasi, dan area parkir yang memadai.
  • Pemasaran terpadu yang memanfaatkan media digital serta kerja sama dengan agen perjalanan regional.
  • Penetapan mekanisme pembagian pendapatan yang adil antara pemerintah kabupaten, desa, dan pelaku usaha wisata.

Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Selain itu, Adhi juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada kesadaran kolektif untuk melestarikan aset alam dan budaya.

Dalam konteks fiskal, peningkatan PAD dari sektor wisata tidak hanya memberikan tambahan dana bagi pemerintah daerah, tetapi juga membuka peluang investasi untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang lebih luas. Dengan demikian, peningkatan pendapatan dapat dialokasikan untuk program pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Pati.

Adhi Pamungkas menutup wawancara dengan harapan bahwa semua pihak dapat bersinergi dalam mengoptimalkan potensi wisata Pati. “Jika kita dapat mengelola dengan maksimal, target PAD tidak hanya akan tercapai, tetapi bahkan dapat melampaui harapan. Ini adalah kesempatan emas bagi Pati untuk menunjukkan bahwa daerah dengan PAD kecil sekalipun dapat berkembang melalui pengelolaan sumber daya yang tepat,” tuturnya dengan keyakinan.

Kesimpulannya, tantangan utama dalam meningkatkan PAD Kabupaten Pati terletak pada kurangnya koordinasi antara pemerintah desa dan kabupaten, serta belum optimalnya pengelolaan objek wisata utama. Dengan mengimplementasikan strategi sinergi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemasaran yang terintegrasi, potensi wisata Pati dapat dioptimalkan untuk menambah pendapatan daerah, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)