Drumband TK-RA Menghidupkan Harlah ke-80 Muslimat NU di Pati dengan Energi Anak-anak

Oleh Badil Cadoc Erik 20 Apr 2026, 17:25 WIB 9 Views

Karesidenan.com – 20 April 2026 | Suasana di GOR Pesantenan pada Minggu 19 April 2026 terasa berbeda dari biasanya. Gema ritmis tabuhan drum mengalun dari panggung kecil yang dihiasi banner berwarna cerah, menandakan dimulainya perayaan Harlah ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Pati. Pada kesempatan istimewa ini, 38 anak-anak dari Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal (TK-RA) setempat tampil sebagai pengiring musik utama, menyuntikkan semangat muda ke dalam rangkaian acara yang sarat makna.

Perayaan Harlah ke-80 Muslimat NU ini diperingati sebagai tonggak penting dalam perjalanan organisasi perempuan terbesar di Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh daerah, anggota kepengurusan Muslimat NU, serta warga masyarakat Pati yang antusias. GOR Pesantenan dipilih sebagai lokasi karena kapasitasnya yang memadai dan kemampuannya menampung ribuan penonton yang ingin menyaksikan rangkaian hiburan, ceramah, serta penampilan seni budaya.

Drummband yang tampil terdiri atas tiga puluh delapan anak usia antara empat hingga enam tahun. Mereka telah menjalani latihan intensif selama enam bulan terakhir, dipandu oleh instruktur musik profesional yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Setiap anak diberikan pelatihan dasar ritme, koordinasi gerak, serta disiplin panggung. Sebelum hari H, mereka berlatih di ruang kelas masing‑masing, kemudian berlatih bersama di lapangan sekolah untuk menyesuaikan suara drum dengan akustik arena GOR.

Ketika mereka mulai menampilkan irama “Bengawan Solo” yang diaransemen khusus, penonton tampak terpesona. Anak‑anak tersebut menampilkan gerakan sinkron yang teratur, menekankan pentingnya kerja tim sejak dini. Tepuk tangan bergemuruh, dan beberapa penonton tak menahan diri untuk ikut bertepuk bersama, menciptakan atmosfer kebersamaan yang menghangatkan hati. Bahkan para senior Muslimat NU yang hadir menyampaikan apresiasi mereka terhadap kemampuan teknis dan semangat juang anak‑anak muda.

Ketua Panitia Harlah Muslimat NU Pati, H. Ahmad Fauzi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para guru TK‑RA dan para orang tua yang telah mendukung proses latihan. “Kami percaya bahwa seni, khususnya musik, dapat menjadi media edukatif yang memperkuat nilai‑nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Penampilan drummband hari ini adalah bukti nyata bagaimana generasi kecil dapat menjadi duta budaya bagi komunitas kami,” ujarnya dalam sambutan singkat sebelum pertunjukan dimulai.

Dalam rangkaian acara, selain penampilan drummband, terdapat pula ceramah motivasi dari Ketua Umum Muslimat NU, serta pertunjukan tari tradisional khas Jawa Tengah. Namun, sorotan utama tetap pada energi positif yang dibawa oleh anak‑anak TK‑RA. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan persatuan dan semangat gotong‑royong melalui musik yang mengalun.

Berikut beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam acara tersebut:

  • 38 anak TK‑RA menampilkan drummband dengan repertoar lagu kebangsaan dan lagu daerah.
  • Latihan intensif selama enam bulan melibatkan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan komunitas seni lokal.
  • Penampilan mendapat respons antusias dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama dan pejabat daerah.
  • Acara menekankan peran seni dalam pembentukan karakter generasi muda.
  • Harlah ke‑80 Muslimat NU dirayakan dengan semangat kebersamaan dan inovasi budaya.

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta sponsor lokal yang menyediakan peralatan musik dan perlengkapan panggung. Selain itu, keterlibatan aktif orang tua dalam memotivasi anak‑anaknya menjadi faktor kunci yang memastikan program latihan berjalan lancar hingga hari H.

Penutup acara ditandai dengan pengumuman hadiah bagi anak‑anak yang menunjukkan prestasi terbaik dalam koordinasi dan kreativitas. Anak‑anak yang menerima penghargaan tampak bangga, sementara para guru berjanji untuk melanjutkan program musik ini pada generasi berikutnya, menjadikan drummband sebagai bagian integral dari kurikulum seni di TK‑RA Pati.

Dengan keberhasilan penampilan drummband ini, Harlah ke‑80 Muslimat NU di Pati tidak hanya menjadi perayaan seremonial, melainkan juga momentum untuk menumbuhkan rasa cinta budaya, semangat kebersamaan, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Penampilan anak‑anak TK‑RA menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan kuat antara tradisi dan inovasi, menginspirasi masyarakat Pati untuk terus melestarikan nilai‑nilai kebersamaan dalam setiap langkah pembangunan daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)