DPP PKB Dorong Kader Militan Pimpin DPC PKB Pati, Prioritas Militan Atas Finansial

Oleh Badil Cadoc Erik 21 Apr 2026, 05:30 WIB 16 Views

Karesidenan.com – 21 April 2026 | Sejumlah tujuh nama resmi telah diajukan sebagai calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati. Saat ini ketujuh kandidat tersebut sedang menjalani uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Proses seleksi ini menjadi sorotan utama karena terdapat tekanan kuat dari kader internal agar pihak pusat menempatkan kader militan sebagai pilihan utama, mengesampingkan pertimbangan finansial semata.

Kader senior PKB Pati, Samu’in Wage, menegaskan bahwa PKB harus menempatkan kaderisasi di garis depan penentuan nakhoda baru. Menurutnya, militansi seorang kader harus menjadi faktor utama, lebih penting daripada kemampuan mengumpulkan dana. “PKB adalah partai kader. Oleh karena itu, memposisikan kader yang memiliki militansi kuat serta basis massa yang riil di tingkat akar rumput harus menjadi pertimbangan utama dibandingkan sekadar kekuatan uang,” ujarnya pada Senin (20/4/2026).

Samu’in, mantan Ketua Majelis Wali Cabang Nahdlatul Ulama (MWC) di Margoyoso, memperingatkan bahwa tren pembelian jabatan dengan uang dapat menggerogoti basis pemilih setia PKB. “Jika PKB ikut-ikutan seperti itu, saya khawatir partai ini justru akan ditinggalkan oleh pemilih setianya,” tegasnya. Meski mengakui pentingnya dukungan finansial dalam dinamika politik, ia menekankan bahwa kolaborasi yang seimbang antara kaderisasi dan keuangan harus menjadi landasan strategi partai.

Di antara tujuh nama yang diusulkan, Samu’in menyoroti dua tokoh yang dianggap memiliki potensi terbesar. Pertama, Kastomo, anggota Fraksi PKB di DPRD Pati, dikenal dengan slogan “Kastomo Merakyat” yang mencerminkan kedekatan dengan konstituen. Samu’in menilai bahwa profil seperti itu memberikan nilai lebih bagi DPP dalam memilih pemimpin DPC yang benar‑benar mewakili aspirasi rakyat. Kedua, Ahmad Husain, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Pati, memiliki pengetahuan mendalam tentang peta politik di 21 kecamatan Kabupaten Pati serta jaringan yang luas dengan elite partai.

Harapan Samu’in dan rekan-rekannya adalah DPP PKB dapat menilai secara holistik, mengedepankan militansi, integritas, dan kedekatan dengan massa sebagai prioritas utama. “Kader sudah terbiasa ditempa badai dan gelombang perjuangan. Letakkanlah kader sebagai nakhoda untuk menjemput aspirasi masyarakat,” tutupnya dengan harapan bahwa keputusan DPP akan memperkuat posisi PKB di tingkat lokal maupun nasional.

Kesimpulannya, proses pemilihan Ketua DPC PKB Pati tidak hanya menjadi ajang kompetisi internal, tetapi juga menjadi cerminan dinamika internal partai antara nilai kaderisasi dan kebutuhan finansial. Jika DPP berhasil menyeimbangkan kedua aspek tersebut dengan menempatkan kader militan yang berintegritas, PKB berpotensi memperkuat basis massa di Pati dan mempertahankan kepercayaan pemilih di tengah lanskap politik yang semakin kompetitif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)