Bangunan SDN Mencon Pati Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga – Tantangan Revitalisasi Sekolah

Oleh Badil Cadoc Erik 15 Apr 2026, 12:20 WIB 15 Views

Karesidenan.com – 15 April 2026 | Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, mengalami kerusakan struktural yang mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Kepala Sekolah, Muhammad Yasin Amin, hampir 90 persen ruang kelas tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Pada malam Sabtu, 11 April 2026, hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan atap beberapa bangunan ambruk, memaksa sebagian besar siswa menempuh proses pembelajaran di luar lingkungan sekolah.

Kerusakan yang terjadi bukan sekadar masalah atap yang roboh. Tanah tempat sekolah berdiri dikategorikan rawan geser, dan dinding beberapa ruang kelas menunjukkan retakan yang mengindikasikan kelemahan struktural. “Kondisi tanah di sini agak lapuk. Apabila ada pembangunan cuma atapnya saja, kami khawatir akan terjadi musibah yang tidak kita inginkan karena tembok kelas yang lain sudah mulai retak,” ujar Kepala Sekolah. Ia menegaskan bahwa revitalisasi total diperlukan, bukan sekadar perbaikan parsial.

Pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah dan pusat melalui sistem Data Pokok Pendidikan (DAPODIK). Proses pengajuan bantuan, termasuk dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026, dinyatakan rumit karena harus melewati prosedur update persentase kerusakan di DAPODIK. “Empat tahun yang lalu kami sudah mengupdate kerusakan bangunan di DAPODIK, namun belum ada alokasi dana yang memadai,” tambah Yasin. Meskipun demikian, Disdik Pati mengonfirmasi bahwa SDN Mencon masuk dalam daftar rehabilitasi dan mendapatkan nominasi DAK umum serta reguler untuk tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Pati juga menunjukkan kepedulian dengan menugaskan Plt Bupati, Risma Ardhi Chandra, untuk membentuk tim survei khusus. “Kita tahu bersama banyak kondisi sekolah di Pati gedungnya masih pakai bangunan Inpres, maka Senin kita evaluasi semua sekolah, dimana gedung layak atau tidak,” ujar Risma dalam pernyataan resmi pada 12 April 2026. Ia menambahkan bahwa kejadian ambruknya gedung di Mencon menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk mempercepat evaluasi dan perbaikan di seluruh wilayah.

Salah satu siswa yang terdampak, Ikhsan, kelas III, mengungkapkan rasa sedih dan kekecewaannya. “Ruang kelasnya ambruk karena sekolahnya lapuk. Belajarnya nggak nyaman, lesehan, nggak nyaman karena panas dan sempit-sempitan,” ujarnya. Ia berharap agar SDN Mencon segera diperbaiki sehingga proses belajar dapat kembali normal. Harapan siswa ini mencerminkan keprihatinan komunitas luas yang menuntut penyelesaian cepat atas krisis infrastruktur pendidikan.

Berbagai pihak mengusulkan langkah-langkah konkrit untuk mengatasi situasi ini, antara lain:

  • Penyusunan rencana revitalisasi total yang meliputi perbaikan struktural tanah, fondasi, dan atap.
  • Peningkatan alur pengajuan bantuan melalui DAPODIK agar lebih responsif dan transparan.
  • Pengalokasian dana DAK secara prioritas ke sekolah yang berada dalam kondisi kritis, termasuk SDN Mencon.
  • Pembentukan tim monitoring independen untuk memastikan pelaksanaan renovasi sesuai standar keselamatan.

Dengan dukungan pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, diharapkan SDN Mencon dapat kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Revitalisasi total tidak hanya akan memulihkan infrastruktur fisik, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan semangat belajar bagi ribuan siswa di Pati.

Secara keseluruhan, kerusakan bangunan SDN Mencon menyoroti pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap kualitas sarana pendidikan di daerah pedesaan. Tanpa intervensi yang tepat, risiko serupa dapat terulang di sekolah lain yang juga mengandalkan bangunan Inpres yang sudah usang. Upaya bersama antara pemerintah, dinas pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjamin hak setiap anak memperoleh pendidikan yang layak dan bebas dari bahaya struktural.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)