Pemerintah Pati Luncurkan Skrining Gratis Tuberkulosis di 120 Titik, Kasus TBC Capai 2.658

Oleh Badil Cadoc Erik 21 Apr 2026, 19:25 WIB 11 Views

Karesidenan.com – 21 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Pati bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Anggota Komisi IX DPR RI menandatangani komitmen untuk mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC) melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan dilaksanakan di 120 lokasi strategis pada tahun ini. Langkah ini diambil setelah data terbaru menunjukkan terdapat 2.658 kasus TBC yang terkonfirmasi di wilayah Pati pada tahun sebelumnya, angka yang menandakan perlunya intervensi cepat dan terkoordinasi.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Sitompul, melakukan kunjungan resmi ke Pati untuk memantau situasi dan menegaskan dukungan pemerintah pusat. Dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Pati, serta perwakilan DPR RI, dr. Benjamin menekankan bahwa TBC tetap menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia, khususnya di daerah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi dan akses layanan kesehatan terbatas.

Program CKG akan menyasar 120 titik layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik kesehatan masyarakat, hingga pos kesehatan di desa. Setiap titik akan dilengkapi dengan peralatan diagnostik cepat, tenaga medis terlatih, serta obat anti‑tuberkulosis (OAT) yang siap diberikan secara gratis bagi penderita yang terdeteksi positif. Selain pemeriksaan sputum, kegiatan skrining juga mencakup edukasi mengenai gejala TBC, cara penularan, serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani terapi.

  • Puskesmas di seluruh kecamatan Pati
  • Klinik kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan
  • Posyandu dan pos kesehatan di daerah terpencil
  • Rumah sakit daerah yang menjadi rujukan

Para petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan menggunakan metode GeneXpert dan mikroskopi fluoresen, yang terbukti lebih sensitif dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat diperoleh dalam waktu singkat, memungkinkan penanganan dini dan mengurangi risiko penyebaran lebih luas.

Komisi IX DPR RI, yang membidangi bidang kesehatan, menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mendukung operasional program ini. Anggota DPR yang terlibat, antara lain Bapak Syarifuddin (ketua), Ibu Yuliana, dan Bapak Andi Pratama, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan legislatif dalam menurunkan angka prevalensi TBC.

Selain pemeriksaan gratis, program ini juga mengintegrasikan layanan konseling psikososial bagi pasien TBC. Stigma sosial masih menjadi penghalang utama dalam upaya pengobatan, sehingga dukungan psikologis dianggap krusial untuk meningkatkan kepatuhan terapi selama minimal enam bulan.

Data yang diungkapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2023 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari total populasi sekitar 1,2 juta jiwa, angka kejadian TBC mencapai 2,658 kasus, dengan proporsi kasus baru sebanyak 1,980 kasus. Penyebaran kasus terbanyak terdeteksi di Kecamatan Batealit dan Margasari, yang kemudian menjadi prioritas penjangkauan dalam program skrining.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Kementerian Kesehatan berencana melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan. Hasil evaluasi akan dijadikan dasar penyesuaian strategi, termasuk penambahan titik skrining atau peningkatan kapasitas laboratorium daerah. Selain itu, kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kesehatan akan difungsikan untuk memperluas jangkauan edukasi di komunitas.

Para ahli kesehatan menilai bahwa pendekatan multikomponen—diagnostik cepat, pengobatan gratis, edukasi, dan dukungan psikososial—merupakan langkah tepat untuk menurunkan beban TBC di Pati. Dr. Benjamin menambahkan, “Jika semua elemen berjalan selaras, kita dapat menurunkan angka kejadian TBC setidaknya 30% dalam dua tahun ke depan, sejalan dengan target Nasional Penanggulangan TBC 2025.”

Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, pemerintah daerah juga menggelar kampanye penyuluhan melalui media lokal, radio, serta media sosial. Pesan utama kampanye menekankan pentingnya melakukan tes skrining secara rutin, terutama bagi kelompok rentan seperti pekerja migran, orang dengan HIV, dan penduduk daerah padat.

Kesimpulannya, inisiatif skrining gratis di 120 titik yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati, didukung oleh Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR RI, diharapkan menjadi terobosan dalam mengendalikan penyebaran tuberkulosis. Dengan sinergi lintas sektor, peningkatan kapasitas diagnostik, serta pemberian obat secara gratis, target menurunkan angka kasus TBC di Pati menjadi lebih realistis dan dapat dicapai dalam jangka menengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)