Selvi Ananda Perkuat Citra Wisata Rembang di Hari Kartini, Dorongan Nasional untuk Pariwisata

Oleh IGE JASA 21 Apr 2026, 21:52 WIB 11 Views

Karesidenan.com – 21 April 2026 | Rembang, 21 April 2026 – Kehadiran Selvi Ananda, istri Wakil Presiden Indonesia, pada peringatan Hari Kartini di Kabupaten Rembang menjadi sorotan utama media nasional dan daerah. Acara yang digelar pada Selasa, 21 April 2026, tidak hanya menandai penghormatan kepada pahlawan perempuan Indonesia, R.A. Kartini, tetapi juga dijadikan momentum strategis untuk memperkuat citra pariwisata Rembang hingga ke tingkat nasional.

Selvi Ananda memulai agenda dengan tur keliling Museum Kartini, yang menampilkan koleksi artefak pribadi Kartini, surat-surat, serta foto-foto langka yang jarang dipublikasikan. Selama inspeksi, Ibu Selvi menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. “Saya berharap generasi muda dapat lebih mengenal perjuangan Kartini melalui museum ini, sekaligus menjadikan Rembar sebagai destinasi edukatif,” katanya.

Setelah mengunjungi museum, rombongan dilanjutkan ke Makam Kartini yang terletak di desa Setroco. Upacara penghormatan yang diiringi alunan musik tradisional Jawa menambah keharuan suasana. Selvi Ananda menabuhkan bunga mawar di makam, simbol rasa hormat dan dukungan terhadap upaya pelestarian situs bersejarah.

Para pengamat pariwisata menilai kunjungan tersebut memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Dengan meningkatnya eksposur media, potensi kunjungan wisatawan ke Rembang diproyeksikan naik 15‑20 persen dalam enam bulan ke depan. “Kita melihat peluang untuk mengembangkan paket wisata tematik, seperti ‘Jejak Kartini’ yang menggabungkan edukasi, kuliner khas, serta ekowisata di pesisir Rembang,” ujar Andi Suryadi, analis kebijakan pariwisata Kementerian Pariwisata.

Selain itu, kehadiran Selvi Ananda juga memicu peningkatan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal. Beberapa pengusaha UMKM meluncurkan produk kerajinan tangan bertema Kartini, sementara restoran di sekitar lokasi museum menyiapkan menu spesial berlandaskan resep tradisional era akhir abad 19. “Kita siap menyambut lonjakan permintaan, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada pengunjung,” kata Rina Wulandari, pemilik toko suvenir di pusat kota Rembang.

Dinbudpar Rembang sekaligus memanfaatkan momentum ini untuk mengumumkan rencana renovasi fasilitas museum, penambahan ruang interaktif, serta peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. “Investasi ini bukan sekadar mempercantik tampilan, melainkan memperkuat pengalaman edukatif bagi semua kalangan,” tegas Prapto.

Secara politik, kunjungan Selvi Ananda juga dianggap sebagai strategi pemerintah pusat untuk menegaskan komitmen terhadap pengembangan daerah tertinggal. Dengan menyoroti Rembang sebagai contoh sukses pengembangan budaya dan pariwisata, pemerintah berharap dapat mereplikasi model serupa di provinsi lain.

Reaksi masyarakat setempat tampak positif. Warga yang hadir dalam acara mengungkapkan kebanggaan atas perhatian tinggi yang diberikan kepada daerah mereka. “Kami merasa dihargai, dan ini memberi motivasi bagi generasi muda untuk melestarikan nilai-nilai budaya,” ujar Siti Nurhaliza, pelajar SMA di Rembang.

Pengunjung media juga mencatat bahwa liputan televisi nasional dan portal berita daring menambah visibilitas Rembang di peta wisata Indonesia. Foto-foto Selvi Ananda di Museum Kartini dan Makam Kartini tersebar luas di media sosial, menciptakan efek viral yang mengundang rasa ingin tahu lebih banyak orang.

Ke depan, Dinbudpar berencana menggelar serangkaian acara tahunan yang berfokus pada warisan budaya, seperti Festival Kartini Rembang, lomba cerita pendek, serta pameran seni rupa yang menampilkan seniman lokal. “Kami menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan internasional sebesar 10 persen pada tahun 2027,” tutup Prapto Raharjo.

Dengan sinergi antara tokoh publik, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi lokal, kehadiran Selvi Ananda pada Hari Kartini tidak hanya memperingati warisan perempuan Indonesia, tetapi juga membuka peluang baru bagi Rembang untuk menonjolkan citra wisata nasionalnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)