Talk Show Kartini 2026 di Rembang Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan
Karesidenan.com – 20 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Rembang kembali menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini ke-106 pada Senin, 20 April 2026. Acara talk show yang diberi judul “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” dilangsungkan di Pendopo Museum RA Kartini, Rembang, dengan menghadirkan narasumber tingkat nasional dan daerah.
Talk show ini menjadi platform utama untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat peran perempuan sebagai motor penggerak pembangunan. Dalam sambutan pembukaan, Bupati Rembang, Dr. H. Siti Nurhadi, S.H., menegaskan bahwa emansipasi perempuan bukan sekadar slogan, melainkan agenda strategis yang harus terintegrasi dalam setiap program pembangunan Kabupaten.
“Perempuan Rembang memiliki potensi luar biasa yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan,” ujar Bupati. “Melalui talk show ini, kami ingin memberikan ruang bagi suara perempuan untuk berinovasi, berwirausaha, dan berpartisipasi aktif dalam pengambilan kebijakan,” tambahnya.
Acara dihadiri oleh ratusan peserta, baik secara luring di gedung museum maupun daring melalui platform streaming resmi pemerintah. Peserta terdiri atas tokoh akademisi, praktisi, pengusaha, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Interaksi aktif terjadi selama sesi tanya jawab, memperlihatkan antusiasme tinggi masyarakat Rembang terhadap isu gender dan pembangunan.
Berbagai narasumber menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka. Di antara mereka, Dr. Nurul Aini, Ketua Dewan Perempuan Nasional, menekankan pentingnya pendidikan berbasis gender sejak usia dini. “Jika kita menanamkan nilai kemandirian dan rasa percaya diri pada generasi muda, perempuan akan tumbuh menjadi pemimpin yang visioner,” ujarnya.
Ir. Ahmad Fauzi, Kepala Dinas Perencanaan Pembangunan Rembang, memaparkan rencana strategis pemerintah daerah yang menargetkan peningkatan partisipasi perempuan dalam proyek infrastruktur, pertanian, dan teknologi informasi. Ia menyoroti tiga program unggulan: pelatihan digital bagi UMKM perempuan, pendampingan usaha agrikultur berbasis koperasi, serta beasiswa khusus bagi perempuan di bidang teknik.
Rita Sari, seorang pengusaha UMKM berbasis teknologi, berbagi kisah suksesnya mengembangkan aplikasi pasar digital yang membantu petani wanita menjual hasil panen langsung ke konsumen. “Teknologi memberi kami jembatan untuk menembus pasar yang sebelumnya sulit dijangkau,” katanya, sekaligus menekankan pentingnya dukungan pembiayaan mikro dari pemerintah.
Prof. Bambang Sutrisno, Pakar Kebijakan Gender Universitas Diponegoro, menambahkan bahwa kebijakan inklusif harus diikuti dengan evaluasi berkelanjutan. Ia mengusulkan pembentukan forum lintas sektor yang memantau indikator partisipasi perempuan dalam tiap sektor pembangunan.
Wakil Bupati Rembang, H. Muhammad Iqbal, S.T., menutup sesi dengan menegaskan bahwa semua program akan diintegrasikan ke dalam RPJMD Kabupaten Rembang 2026-2030. Ia menekankan komitmen alokasi anggaran khusus untuk pemberdayaan perempuan, termasuk subsidi pelatihan, akses kredit, dan fasilitas pendirian usaha.
Selama acara, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Beberapa pertanyaan menyoroti tantangan akses modal bagi perempuan di daerah terpencil, serta cara meningkatkan partisipasi perempuan dalam keputusan politik lokal. Narasumber memberikan solusi praktis, termasuk pembentukan jaringan mentor perempuan dan kolaborasi dengan lembaga keuangan mikro.
Secara keseluruhan, talk show ini berhasil menumbuhkan semangat kolektif untuk memperkuat peran perempuan dalam agenda pembangunan. Para peserta melaporkan rasa optimis yang tinggi setelah mendengar kisah inspiratif dan rencana aksi konkret dari pemerintah. Diharapkan, momentum Hari Kartini 2026 ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis, melainkan katalisator perubahan struktural yang berkelanjutan.
Dengan dukungan kebijakan, sumber daya, dan partisipasi aktif masyarakat, Kabupaten Rembang bertekad menjadikan perempuan sebagai motor utama pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya di wilayahnya. Langkah-langkah nyata yang dijanjikan, mulai dari pelatihan digital hingga pendanaan UMKM, diharapkan dapat mempercepat transformasi gender yang inklusif dan berkelanjutan.
Komentar (0)