Rembang Percepat Perbaikan Jalan: 11 Ruas Strategis Sudah Ditangani hingga Pertengahan April 2026
Karesidenan.com – 16 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Rembang memperkuat upaya perbaikan infrastruktur jalan sejak awal tahun 2026, menargetkan peningkatan konektivitas dan keamanan transportasi bagi warga. Hingga pertengahan April, sebanyak sebelas ruas jalan telah berhasil ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru), baik yang telah selesai dibangun kembali maupun yang masih dalam tahap pengerjaan lanjutan.
Fokus utama perbaikan diarahkan pada jalur-jalur yang memiliki tingkat kerusakan tinggi dan memegang peranan penting dalam jaringan transportasi regional. Menurut data internal DPU Taru, jalan‑jalan yang terpilih mencakup wilayah perkotaan, pedesaan, serta akses utama ke pelabuhan dan pasar tradisional, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Berikut rangkuman singkat sebelas ruas jalan yang berada dalam daftar prioritas perbaikan:
- Jalan Raya Kertosono – Sumber: Telah selesai diaspal ulang dengan lebar 7 meter, dilengkapi drainase baru untuk mengurangi genangan air.
- Jalan Kabupaten 2 (Banjarsari – Kedungbanteng): Masuk tahap pengerjaan lapisan dasar, diperkirakan selesai pada akhir Mei 2026.
- Jalan Kecamatan Panjang (Pantai – Kedungbatur): Pengerjaan penataan kembali kelurusan dan pemasangan marka jalan.
- Jalan Desa Sukorame – Kertajaya: Sudah selesai, dengan perbaikan struktur pondasi dan pemasangan rambu keselamatan.
- Jalan Penghubung Pelabuhan Rembang: Sedang dalam proses penguatan lapisan aspal, mendukung arus barang masuk‑keluar.
- Jalan Pasar Tradisional Rembang: Penataan kembali trotoar dan perbaikan jalur pejalan kaki untuk meningkatkan aksesibilitas pedagang.
- Jalan Lingkar Utara (Kampung Baru – Candi): Pengerjaan pengerasan permukaan, diprediksi selesai pertengahan Juni.
- Jalan Sekunder Kedungpanjang – Kebonagung: Sudah selesai, termasuk pemasangan saluran pembuangan air hujan.
- Jalan Lintas Kabupaten (Rembang – Bojonegoro): Tahap awal perencanaan desain ulang, dengan fokus pada reduksi tikungan tajam.
- Jalan Desa Mlangkung – Sidoharjo: Sedang dalam tahap pengerjaan lapisan perkerasan, diperkirakan rampung Juli 2026.
- Jalan Pabrik Gula Rembang – Kawasan Industri: Penambahan jalur tambahan untuk mengurangi kemacetan kendaraan berat.
Seluruh proyek didanai melalui anggaran daerah serta dukungan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penggunaan dana tersebut diatur secara transparan, dengan pelaporan bulanan kepada DPRD Kabupaten Rembang untuk memastikan akuntabilitas.
Selain perbaikan fisik, DPU Taru juga menekankan pentingnya pemeliharaan berkelanjutan. Program pemeliharaan rutin meliputi inspeksi berkala, perbaikan retakan kecil, dan pembersihan saluran drainase. Upaya preventif ini diharapkan dapat memperpanjang umur jalan dan mengurangi kebutuhan perbaikan besar di masa mendatang.
Para warga menyambut positif inisiatif pemerintah. “Sebelumnya jalan ini sangat berlubang, membuat perjalanan lama dan berbahaya, terutama saat hujan. Sekarang sudah terasa lebih nyaman,” ujar Bapak Hadi, seorang pedagang pasar tradisional. Sementara itu, pelaku transportasi logistik menilai perbaikan jalur penghubung pelabuhan sebagai faktor penting dalam menurunkan biaya operasional.
Pengembangan infrastruktur jalan juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses yang lebih baik, sektor pertanian, perikanan, dan industri kecil dapat menyalurkan produk lebih cepat ke pasar, meningkatkan daya saing produk Rembang di tingkat provinsi maupun nasional.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Rembang berencana menambah daftar prioritas jalan yang akan ditangani, termasuk proyek jalan tol ringan yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan industri. Penambahan ini sejalan dengan program pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan konektivitas, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, upaya perbaikan sebelas ruas jalan hingga pertengahan April 2026 menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur dasar. Dengan pelaksanaan yang terstruktur, pendanaan yang transparan, serta partisipasi aktif masyarakat, harapan akan tercapainya jaringan jalan yang lebih aman, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Rembang semakin realistis.

Komentar (0)