TNI AU Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Kalbar Setelah Dua Hari Pencarian

Oleh Badil Cadoc Erik 18 Apr 2026, 01:24 WIB 16 Views

Karesidenan.com – 18 April 2026 | JAKARTA – Pada Jumat, 17 April 2026, TNI Angkatan Udara berhasil mengevakuasi delapan korban dari insiden helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Operasi evakuasi dipimpin oleh Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) setelah dua hari pencarian intensif yang melibatkan berbagai satuan militer dan sipil.

Helikopter Airbus H130 tersebut dilaporkan menghilang dari radar pada pukul 06.30 WIB, hari Selasa, 15 April 2026, saat melaksanakan misi rutin transportasi personel militer di wilayah pedalaman Kalbar. Cuaca pada saat itu diperkirakan berawan dengan kabut tebal, sehingga menyulitkan visibilitas. Tim pencarian segera dikerahkan, termasuk pesawat SAR, helikopter lain, serta unit darat yang menembus hutan lebat menggunakan kendaraan off‑road.

Setelah menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari titik perkiraan jatuh, tim SAR menemukan puing‑puing helikopter di sebuah lapangan terbuka yang dikelilingi pepohonan tinggi. Lokasi tepatnya berada di desa Lintas, Kecamatan Sekadau Hilir. Pada saat penemuan, tiga korban telah dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya masih hidup namun dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan medis lanjutan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menyampaikan melalui siaran pers di Jakarta bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Pertama, tim medis militer memberikan pertolongan pertama di lokasi, kemudian korban yang masih hidup dipindahkan ke titik evakuasi terdekat menggunakan helikopter SAR yang dilengkapi dengan fasilitas intensive care. Sementara itu, jenazah korban yang meninggal diangkat menggunakan helikopter angkut khusus untuk proses pemakaman selanjutnya.

  • 06.30 WIB – Helikopter H130 PK-CFX hilang dari radar.
  • 07.00 WIB – Tim SAR dikerahkan, pencarian dimulai.
  • 15 April 2026 – Puing helikopter ditemukan di desa Lintas.
  • 16 April 2026 – Penyelamatan korban pertama dilakukan, tiga jenazah diidentifikasi.
  • 17 April 2026 – Delapan korban berhasil dievakuasi, lima masih hidup dirawat di RSAB Banjarmasin.

Selain evakuasi, tim penyelidikan juga telah menyiapkan laporan penyebab kecelakaan. Sementara penyelidikan masih berlangsung, dugaan awal meliputi kemungkinan kesalahan navigasi akibat gangguan cuaca, serta potensi kegagalan teknis pada mesin helikopter. Pemeriksaan terhadap kotak hitam (flight recorder) sudah dilakukan dan hasil sementara akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan.

Kasus ini menambah deretan insiden kecelakaan udara di wilayah Indonesia yang menuntut peningkatan prosedur keselamatan dan kesiapan SAR di daerah terpencil. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berjanji akan meninjau kembali standar operasional penerbangan militer, khususnya pada misi transportasi di area hutan yang rawan. Sementara itu, keluarga korban mendapat dukungan logistik dan psikologis dari TNI AU serta pemerintah daerah.

Secara keseluruhan, operasi evakuasi yang berhasil menyelamatkan lima korban hidup menunjukkan kesiapan TNI AU dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan yang menantang. Ke depan, diharapkan pelajaran dari kecelakaan ini dapat memperkuat sistem pencegahan kecelakaan serta meningkatkan kecepatan respons penyelamatan di seluruh wilayah Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)