Poltekun Kudus Gelar Kuliah Umum K3, Dorong Generasi Muda Tingkatkan Keselamatan Kerja

Oleh Tim Karesidenan 20 Apr 2026, 23:23 WIB 15 Views

Karesidenan.com – 20 April 2026 | Politeknik Rukun Abdi Luhur (Poltekun) Kudus menggelar kuliah umum bertajuk “Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)” pada hari Senin, 15 April 2026, di aula utama kampus. Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, serta perwakilan dunia industri ini bertujuan memperkuat kesadaran akan pentingnya K3 di kalangan generasi muda, khususnya yang akan memasuki dunia kerja.

Dalam sambutannya, Rektor Poltekun, Dr. H. M. Yusuf, S.T., M.T., menekankan bahwa K3 bukan hanya sekadar prosedur administratif, melainkan budaya kerja yang harus diterapkan sejak dini. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai keselamatan di setiap lapisan mahasiswa, sehingga ketika mereka menjadi tenaga kerja profesional, standar keselamatan sudah menjadi kebiasaan, bukan beban,” ujarnya.

Acara tersebut menghadirkan narasumber utama, Bapak Irwan Setiawan, Manajer K3 di PT. Indo-Mitra Karya, yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang keselamatan industri. Irwan menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:

  • Pentingnya identifikasi bahaya: Setiap proses kerja harus diawali dengan penilaian risiko untuk mengidentifikasi potensi bahaya.
  • Penerapan prosedur kerja standar (SOP): SOP yang jelas dan mudah dipahami dapat meminimalisir kesalahan manusia.
  • Pelatihan berkelanjutan: K3 bukan pelatihan satu kali, melainkan program berkelanjutan yang melibatkan semua level organisasi.
  • Keterlibatan manajemen: Dukungan dan contoh dari pimpinan sangat berpengaruh pada budaya keselamatan di lapangan.

Setelah paparan materi, peserta diajak dalam sesi diskusi interaktif. Mahasiswa Teknik Industri, Rina Amelia, mengajukan pertanyaan mengenai cara mengintegrasikan prinsip K3 dalam proyek-proyek inovatif yang melibatkan teknologi baru. Irwan menjawab bahwa prinsip-prinsip dasar K3 tetap relevan, namun harus diadaptasi dengan memperhatikan karakteristik teknologi terbaru, seperti penggunaan sensor IoT untuk pemantauan real‑time kondisi kerja.

Selain itu, Poltekun juga menampilkan pameran mini yang menampilkan peralatan K3 modern, termasuk alat pemantau kualitas udara, helm dengan sistem ventilasi, serta poster edukatif tentang prosedur darurat. Mahasiswa dapat mencoba langsung peralatan tersebut, yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap praktik keselamatan.

Acara ini tidak hanya menjadi wadah edukatif, tetapi juga membuka peluang kerja bagi mahasiswa. PT. Indo-Mitra Karya, bersama tiga perusahaan mitra lainnya, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Poltekun untuk program magang dan penempatan kerja khusus bagi lulusan yang memiliki kompetensi K3 yang teruji.

Keberhasilan kuliah umum ini mencerminkan komitmen Poltekun Kudus dalam menyiapkan lulusan yang siap pakai dan berdaya saing tinggi. Menurut Ketua Program Studi Teknik Kimia, Dr. Siti Nurhaliza, “K3 merupakan bagian integral dalam kurikulum kami. Dengan adanya kuliah umum ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat mereka aplikasikan di dunia industri.”

Secara umum, acara ini mendapat sambutan positif dari seluruh pihak. Para peserta menilai bahwa informasi yang diberikan relevan dengan tantangan kerja masa kini, terutama di sektor manufaktur, konstruksi, dan energi yang masih memiliki tingkat kecelakaan kerja yang signifikan.

Dalam konteks nasional, upaya Poltekun sejalan dengan program pemerintah yang menargetkan penurunan angka kecelakaan kerja sebesar 30% dalam lima tahun ke depan. Implementasi K3 yang kuat di lingkungan pendidikan tinggi menjadi salah satu pilar utama strategi tersebut.

Dengan menumbuhkan kesadaran K3 sejak dini, Poltekun berharap generasi muda tidak hanya menjadi tenaga kerja yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etika kerja yang menjunjung tinggi keselamatan. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan kerja di industri, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman.

Ke depan, Politeknik Rukun Abdi Luhur berencana mengadakan serangkaian kuliah umum serupa dengan tema berbeda, seperti “Manajemen Risiko Lingkungan” dan “Teknologi Hijau dalam Industri”. Upaya berkelanjutan ini menegaskan komitmen institusi dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang relevan dengan dinamika pasar kerja serta tantangan global.

Kesimpulannya, kuliah umum K3 yang digelar Poltekun Kudus berhasil menginspirasi generasi muda untuk lebih memahami dan menerapkan prinsip keselamatan kerja. Dengan dukungan akademisi, industri, dan pemerintah, diharapkan budaya K3 akan menjadi standar baku di setiap lini pekerjaan, menjadikan Indonesia lebih aman dan produktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)