Ratusan Warga Desa Menawan Kudus Rayakan Sedekah Bumi Lilo Lego Legowo, Simbol Kebersamaan dan Keberkahan

Oleh Tim Karesidenan 21 Apr 2026, 19:26 WIB 12 Views

Karesidenan.com – 21 April 2026 | Ratusan warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, memadati lapangan utama pada Sabtu, 20 April 2024 untuk merayakan tradisi tahunan Sedekah Bumi yang bertajuk “Lilo Lego Legowo”. Acara yang berlangsung sejak pagi harinya menjadi magnet kebersamaan, menampilkan serangkaian ritual adat, pertunjukan seni, dan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Upacara Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang turun temurun di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kudus. Secara harfiah, istilah “Lilo Lego Legowo” mengandung makna “menyebar rasa lega dan bersahaja”. Dalam konteksnya, tradisi ini bertujuan untuk memohon keberkahan tanah, mengucapkan rasa syukur atas hasil panen, serta mempererat ikatan sosial antar warga.

Rangkaian acara dimulai dengan prosesi pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Selanjutnya, para petani menabur beras dan sayuran ke dalam lubang tanah yang telah dipersiapkan, sebuah tindakan simbolis yang melambangkan harapan akan kesuburan dan kelimpahan di musim berikutnya.

  • Prosesi pembacaan doa
  • Pemotongan tumpeng
  • Penaburan hasil bumi ke tanah
  • Penampilan tari tradisional
  • Pameran kerajinan lokal

Tak hanya aspek religius, kegiatan tersebut juga menampilkan pertunjukan seni tradisional, seperti tari Gambyong, jaipong, dan musik gamelan yang mengiringi setiap langkah upacara. Para remaja desa berpartisipasi dalam lomba memanah tradisional serta lomba memasak makanan khas Kudus, menambah semarak suasana.

Walikota Kudus, Dr. H. Imam Syarif, yang hadir sebagai tamu kehormatan, menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai kebudayaan serta sinergi antara generasi muda dan sesepuh. “Sedekah Bumi bukan sekadar ritual, melainkan wujud tanggung jawab kita terhadap alam dan sesama,” ujar beliau. Ia juga menandatangani surat perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kudus dan Badan Pengembangan Kebudayaan Desa Menawan untuk mendukung program pelestarian budaya pada tahun-tahun mendatang.

Para tokoh masyarakat, termasuk Ketua RT Menawan, Bapak Slamet Riyadi, menambahkan bahwa acara ini menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat jaringan sosial di antara warga. “Kami melihat peningkatan partisipasi anak muda yang kini lebih antusias terlibat, baik dalam menyiapkan persembahan maupun mengorganisir logistik,” ungkapnya.

Selain nilai spiritual, Sedekah Bumi Lilo Lego Legowo juga memiliki dampak ekonomi lokal. Selama dua hari kegiatan, pedagang makanan tradisional dan penjual kerajinan tangan mencatat peningkatan penjualan hingga 40 persen dibandingkan hari biasa. Pendapatan tambahan ini membantu memperkuat ekonomi rumah tangga dan membuka peluang kerja bagi warga.

Pengunjung luar desa, termasuk wisatawan dari kota-kota tetangga, turut menikmati suasana. Mereka dapat menyaksikan proses penaburan hasil bumi, mencicipi kuliner khas seperti soto Kudus, dan membeli produk kerajinan anyaman bambu yang diproduksi oleh kelompok perempuan setempat.

Secara keseluruhan, acara Sedekah Bumi Lilo Lego Legowo di Menawan berhasil menggabungkan unsur religius, budaya, dan ekonomi dalam satu panggung yang harmonis. Keberhasilan ini menjadi contoh konkret bagaimana tradisi lokal dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan esensinya.

Ke depannya, panitia berencana menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan yang lebih terstruktur, dengan menambahkan program edukasi lingkungan bagi pelajar serta memperluas jaringan pemasaran produk lokal melalui platform digital.

Dengan semangat “legowo” yang mengedepankan rasa lega dan kebersamaan, ratusan warga Menawan menegaskan komitmen mereka untuk melestarikan warisan budaya sekaligus menumbuhkan kesejahteraan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)