Haru dan Bangga: 19 Siswa SD Birrul Walidain Kudus Raih Khotmil Qur’an ke-IV

Oleh Tim Karesidenan 15 Apr 2026, 02:51 WIB 18 Views

Karesidenan.com – 15 April 2026 | Kudus, 14 April 2026 – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti seluruh warga SD Muhammadiyah Birrul Walidain ketika 19 siswa berhasil menuntaskan Khotmil Qur’an ke-IV. Upacara penyelesaian tahunan ini menjadi saksi atas dedikasi guru, orang tua, serta semangat belajar anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an, sebuah prestasi yang tidak hanya mengangkat nama sekolah, tetapi juga meneguhkan peran pendidikan Islam di kota Kudus.

Acara yang dilaksanakan di aula utama SD Birrul Walidain dihadiri oleh Kepala Sekolah, Bapak Ahmad Fauzi, serta para guru dan orang tua murid. Sebelum prosesi dimulai, Bapak Fauzi menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Ia menambahkan bahwa keberhasilan 19 siswa ini mencerminkan sinergi antara kurikulum yang terstruktur, metode hafalan yang inovatif, serta dukungan moral dari keluarga.

Setelah sambutan, dipanggil satu per satu nama para siswa yang telah menyelesaikan Khotmil Qur’an ke-IV. Masing-masing siswa mengucapkan doa dan terima kasih kepada guru-guru yang membimbing, serta kepada orang tua yang selalu memberikan semangat. Momen tersebut menjadi titik emosional, terutama ketika seorang siswa berusia delapan tahun, Ahmad Zaki, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ibunya yang selalu mengingatkan untuk menunaikan shalat dan membaca Al-Qur’an setiap hari.

Upacara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh para siswa yang baru saja menuntaskan hafalan mereka. Pembacaan tersebut menampilkan keindahan tajwid dan kefasihan yang mengagumkan, membuktikan bahwa proses belajar tidak sekadar menghafal, melainkan juga memahami makna dan melafalkan dengan benar.

Berikut rangkuman data peserta Khotmil Qur’an ke-IV di SD Birrul Walidain:

  • Jumlah peserta: 19 siswa
  • Usia rata-rata: 7,8 tahun
  • Jumlah guru pembimbing: 5 orang
  • Durasi program: 12 bulan
  • Metode hafalan: Pengulangan harian, penggunaan media digital, serta sesi tadarus kelompok

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif para guru pembimbing, terutama Ibu Siti Nurhaliza yang telah mengajar hafalan Al-Qur’an selama lebih dari satu dekade. Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dipakai menggabungkan metode tradisional dengan teknologi modern, seperti aplikasi mobile yang membantu siswa memantau progres hafalan mereka secara real time.

Orang tua murid juga memberikan apresiasi tinggi. Salah satu orang tua, Bapak Hadi Santoso, ayah dari salah satu peserta, menyatakan, “Kami sangat bersyukur melihat anak kami tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam Al-Qur’an. Sekolah telah menjadi rumah kedua bagi mereka dalam proses spiritual ini.”

Selain menekankan aspek religius, pihak sekolah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik umum dan pendidikan agama. Dalam rangkaian kegiatan belajar mengajar, siswa tetap mengikuti kurikulum nasional, termasuk mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, dan ilmu pengetahuan alam, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan luas dan berakhlak mulia.

Acara berakhir dengan penyerahan piagam penghargaan kepada 19 siswa, serta penghargaan khusus kepada guru pembimbing dan orang tua yang berperan aktif. Piagam tersebut tidak hanya menjadi simbol pencapaian, tetapi juga motivasi bagi generasi selanjutnya untuk melanjutkan tradisi Khotmil Qur’an di SD Birrul Walidain.

Keseluruhan, penyelesaian Khotmil Qur’an ke-IV ini menegaskan komitmen SD Muhammadiyah Birrul Walidain dalam menumbuhkan generasi muda yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman, sekaligus mengoptimalkan kualitas pendidikan di era digital. Prestasi 19 siswa ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kudus dan sekitarnya untuk meningkatkan program hafalan Al-Qur’an, sebagai upaya melestarikan warisan spiritual bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)