Kisah Inspiratif Kuli Panggul Blora yang Menabung Rp5 Ribu Selama 20 Tahun dan Akhirnya Berangkat Haji

Oleh Budi Cahyono 15 Apr 2026, 12:21 WIB 21 Views

Karesidenan.com – 15 April 2026 | Setelah menabung seratus lima ratus ribu rupiah per bulan selama dua dekade, Sumarno, seorang kuli panggul berusia 63 tahun dari Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, akhirnya dapat mewujudkan impian seumur hidupnya: menunaikan ibadah haji. Keberangkatan yang dijadwalkan pada 5 Mei 2026 ini menjadi bukti nyata ketekunan, disiplin, dan keuletan seorang pekerja keras yang mengandalkan tabungan kecil namun konsisten.

Sumarno memulai kariernya sebagai kuli panggul di Pasar Tunjungan pada tahun 1985. Pekerjaan yang mengharuskan ia mengangkat, memindahkan, dan menata barang-barang berat setiap hari memang tidak menjanjikan pendapatan besar, namun ia tetap memegang prinsip hidup sederhana. Sejak awal, Sumarno menyiapkan sebagian kecil penghasilannya untuk ditabung, dengan target menabung Rp5.000 setiap hari. Selama 20 tahun, ia berhasil mengumpulkan total sekitar Rp36,5 juta, dana yang cukup untuk menutupi biaya paket haji plus biaya tambahan pribadi.

“Saya selalu berkata, “Jika saya menabung sedikit demi sedikit, suatu saat nanti mimpi saya akan tercapai,” kata Sumarno dengan senyum penuh harap. Ia mengingat kembali masa-masa awal ketika tabungan masih terasa jauh di luar jangkauan, namun tekadnya tidak pernah luntur. Setiap pagi, sebelum berangkat ke pasar, ia menyisihkan uang hasil kerja hari itu ke dalam celengan sederhana yang disimpan di rumah.

Komitmen Sumarno tidak hanya berdampak pada dirinya pribadi, melainkan juga menginspirasi tetangga dan rekan kerja. Banyak warga Desa Tunjungan yang mengakui bahwa kisah Sumarno menjadi contoh nyata bahwa konsistensi kecil dapat menghasilkan perubahan besar. “Saya dulu mengira haji hanya untuk orang kaya, tapi melihat Sumarno, saya jadi percaya bahwa dengan niat dan kerja keras, semuanya mungkin,” ujar Rini, seorang pedagang sayur yang juga mengenal Sumarno sejak lama.

  • Usia dan latar belakang: 63 tahun, kuli panggul sejak 1985.
  • Strategi menabung: Menyisihkan Rp5.000 per hari, setara dengan Rp150.000 per bulan.
  • Total tabungan: Sekitar Rp36,5 juta selama 20 tahun.
  • Jadwal keberangkatan: 5 Mei 2026, menuju Makkah.

Perjalanan menabung Sumarno tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami masa-masa sulit ketika pendapatan menurun akibat penurunan aktivitas pasar atau ketika harus membantu anggota keluarga yang sakit. Namun, ia tetap berpegang pada prinsip menabung terlebih dahulu sebelum mengeluarkan uang untuk keperluan lain. “Saya menganggap menabung sebagai kewajiban, bukan pilihan,” ujarnya.

Keberangkatan haji Sumarno juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Blora. Pihak dinas kebudayaan dan pariwisata setempat menyiapkan fasilitas persiapan ibadah haji, termasuk pelatihan bahasa Arab, pengetahuan fiqh, serta penyuluhan kesehatan. Selain itu, komunitas muslim setempat menggelar acara doa bersama untuk memohon kelancaran perjalanan Sumarno.

Dalam persiapan terakhir, Sumarno mengikuti rangkaian program pelatihan yang meliputi:

  1. Pengenalan tata cara pelaksanaan ibadah haji.
  2. Pelajaran bahasa Arab dasar untuk memudahkan interaksi di Tanah Suci.
  3. Sesi kesehatan dan kebugaran untuk menyesuaikan diri dengan iklim Mekkah.

Ia juga memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca literatur tentang sejarah haji dan kisah para sahabat Nabi yang pernah menunaikannya. “Semakin banyak saya belajar, semakin dalam rasa syukur saya,” ungkapnya.

Ketika hari keberangkatan semakin dekat, keluarga Sumarno – istri, tiga anak, dan empat cucu – turut merayakan pencapaian ini. Mereka menyiapkan perlengkapan ibadah, pakaian ihram, serta mengatur logistik kepulangan. “Kami bangga dan berterima kasih kepada Allah atas kesempatan ini. Semoga Sumarno kembali dalam keadaan sehat dan membawa keberkahan untuk keluarga,” kata istri Sumarno, Siti.

Keberangkatan Sumarno bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan simbol harapan bagi banyak orang di Blora yang berjuang dengan penghasilan terbatas. Kisahnya mengajarkan bahwa disiplin finansial, walaupun dengan jumlah yang tampak kecil, dapat membuka pintu menuju impian yang dulu dianggap tak terjangkau.

Dengan langkah pertama menapaki Tanah Suci pada 5 Mei 2026, Sumarno mengukir sejarah baru dalam hidupnya. Ia berharap pengalaman haji nanti tidak hanya memperkuat iman pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di desa tercinta untuk menabung, berdoa, dan bekerja keras demi meraih tujuan yang mulia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)