Pemkab Blora Terapkan Jaringan Internet Terpusat, Hemat Anggaran Lebih Dari 20%

Oleh Budi Cahyono 20 Apr 2026, 19:20 WIB 12 Views

Karesidenan.com – 20 April 2026 | Blora, 20 April 2026Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora mengumumkan pelaksanaan kebijakan baru yang menekankan standarisasi dan integrasi layanan internet secara terpusat. Langkah ini diambil sebagai respons atas capaian signifikan dalam penghematan anggaran pada sektor jaringan digital, yang dilaporkan melebihi 20 persen selama tahun anggaran 2026.

Kepala Dinkominfo Blora, Pratikto Nugroho, menyampaikan bahwa kebijakan terpusat ini tidak hanya bertujuan menurunkan biaya operasional, melainkan juga meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh perangkat pemerintah daerah. “Dengan mengintegrasikan infrastruktur internet ke dalam satu platform manajemen, kami dapat melakukan pemantauan real‑time, mengoptimalkan alokasi bandwidth, serta mengurangi duplikasi perangkat keras yang selama ini tersebar di masing‑masing unit kerja,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Dinkominfo.

Implementasi jaringan terpusat dimulai pada kuartal pertama 2026 dengan tiga tahapan utama:

  • Inventarisasi dan konsolidasi – Mengidentifikasi semua titik akses, router, dan server yang ada, kemudian menggabungkan layanan ke dalam satu penyedia utama yang telah melalui proses tender terbuka.
  • Standarisasi perangkat keras – Mengganti perangkat lama yang tidak kompatibel dengan standar keamanan terbaru, serta mengadopsi teknologi fiber optic untuk meningkatkan kecepatan dan stabilitas koneksi.
  • Pengawasan dan manajemen terpusat – Memanfaatkan sistem monitoring berbasis cloud yang memungkinkan tim Dinkominfo mengawasi performa jaringan secara real‑time, mendeteksi gangguan, dan melakukan penyesuaian alokasi bandwidth secara dinamis.

Hasil awal dari tiga bulan pertama penerapan kebijakan tersebut menunjukkan penurunan pengeluaran sebesar 21,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat keluhan pengguna internal menurun 40 persen, sementara kecepatan rata‑rata akses internet meningkat dari 15 Mbps menjadi 45 Mbps di sebagian besar kantor pemerintahan.

Pratikto Nugroho menambahkan bahwa kebijakan ini juga membuka peluang bagi pengembangan layanan e‑government yang lebih luas, termasuk portal layanan publik, sistem manajemen data desa, serta aplikasi pemantauan pertanian berbasis IoT. “Dengan jaringan yang lebih stabil dan terkelola secara terpusat, kami dapat mempercepat transformasi digital di seluruh wilayah Kabupaten Blora, mulai dari kantor kecamatan hingga desa terpencil,” ujar ia.

Pemkab Blora menegaskan bahwa proses transisi tidak akan mengorbankan layanan yang sedang berjalan. Selama masa migrasi, tim teknis menyediakan jalur cadangan (backup) untuk memastikan tidak terjadi gangguan signifikan pada layanan publik. Selain itu, pelatihan intensif diberikan kepada staf IT di masing‑masing unit kerja untuk mengoptimalkan penggunaan platform baru.

Penghematan anggaran yang berhasil dicapai bukan hanya berdampak pada neraca keuangan daerah, tetapi juga memberikan ruang fiskal untuk program prioritas lain, seperti pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas kesehatan, dan pendanaan pendidikan. Bupati Blora, Dr. H. R. M. Sulaiman, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungan penuh pemerintah Kabupaten. “Efisiensi dalam sektor teknologi informasi merupakan langkah strategis untuk mengefektifkan penggunaan APBD, sehingga dana dapat dialokasikan lebih banyak ke bidang‑bidang yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Keberhasilan Blora dalam mengintegrasikan jaringan internet secara terpusat diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain di Provinsi Jawa Tengah. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah telah mengirim delegasi untuk mempelajari model implementasi ini, dengan tujuan mereplikasi strategi serupa di wilayah dengan tantangan geografis yang serupa.

Secara keseluruhan, kebijakan jaringan internet terpusat di Kabupaten Blora menunjukkan bahwa sinergi antara efisiensi anggaran dan peningkatan layanan publik dapat tercapai melalui perencanaan yang matang, dukungan kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi terkini. Dengan fondasi jaringan yang kuat, pemerintah daerah berada pada posisi yang lebih baik untuk mengakselerasi agenda digitalisasi, meningkatkan transparansi, serta memperkuat layanan kepada masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)