Kebakaran Hebat di Bergas Semarang: Lima Kios Hangus, Kerugian Diperkirakan Rp50 Juta

Oleh Badil Cadoc Erik 14 Apr 2026, 23:20 WIB 22 Views

Karesidenan.com – 14 April 2026 | Rangkaian kobaran api yang melanda Jalan Kancing Mas, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas pada Selasa, 14 April 2026, menewaskan lima kios perdagangan sekaligus menimbulkan kerugian material sekitar lima puluh juta rupiah. Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.40 WIB dan dengan cepat menyebar ke deretan kios yang berjejer rapat, memaksa petugas pemadam kebakaran serta satpol PP melakukan upaya pemadaman intensif.

Joko Sukaryono, Kepala Bidang Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat Dinas Poldam Kabupaten Semarang, menyampaikan bahwa seluruh lima kios yang terbakar mengalami kerusakan total, sehingga tidak dapat dipulihkan. Ia menambahkan bahwa perkiraan kerugian materi mencapai Rp50 juta, angka yang mencakup nilai dagangan, peralatan, serta struktur kios yang hancur. Pihak berwenang kini tengah melakukan inventarisasi lengkap atas kerugian dan menyiapkan prosedur klaim asuransi bagi pemilik kios yang terdampak.

Para pedagang yang kehilangan usaha mereka mengaku terpukul secara emosional dan ekonomi. Salah satu pemilik kios, Budi Santoso, yang mengelola kios elektronik, menyatakan bahwa seluruh stok barangnya—mulai dari aksesoris handphone hingga peralatan rumah tangga kecil—lenyap dalam hitungan menit. “Kami tidak hanya kehilangan barang, tapi juga mata pencaharian. Tidak ada cadangan dana untuk memulai kembali,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.

Tim pemadam kebakaran mengidentifikasi penyebab awal kebakaran masih dalam penyelidikan. Anang Sukoco menyebutkan bahwa penyebab paling potensial adalah korsleting listrik pada salah satu kios yang menggunakan peralatan listrik secara simultan. Ia menekankan pentingnya inspeksi rutin instalasi listrik pada kios-kios pasar, terutama yang berada di area dengan konsentrasi pedagang tinggi.

  • Langkah darurat yang diambil: Evakuasi warga sekitar, pemadaman api, dan penutupan area sementara.
  • Upaya preventif selanjutnya: Pemeriksaan kelistrikan semua kios, pelatihan kebakaran bagi pedagang, serta pemasangan alat pemadam api ringan (APAR) di tiap kios.
  • Rencana pemulihan: Bantuan dana darurat dari pemerintah kabupaten, serta fasilitas kredit mikro bagi pedagang yang kehilangan modal usaha.

Pihak berwenang juga mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha pasar tradisional untuk mematuhi standar keselamatan kebakaran. Anang mengajak para pedagang agar tidak menumpuk barang mudah terbakar di dekat sumber listrik dan memastikan bahwa instalasi listrik selalu dalam kondisi baik serta terpasang oleh tenaga ahli bersertifikat.

Selain kerugian materi, insiden ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan publik di kawasan pasar tradisional Bergas. Warga sekitar melaporkan bahwa asap tebal sempat mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Tim medis setempat menyiapkan layanan pertolongan pertama dan memantau kondisi kesehatan warga yang terpapar asap.

Secara keseluruhan, kebakaran ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak—baik pemerintah, pemilik kios, maupun konsumen—untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Upaya kolaboratif antara dinas terkait dan komunitas pedagang diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan langkah-langkah penanggulangan yang telah direncanakan, diharapkan para pedagang yang terdampak dapat segera bangkit kembali, mengembalikan aktivitas ekonomi lokal, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya standar keselamatan kebakaran di wilayah pasar tradisional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)