1.210 Calon Jemaah Haji Kudus Siap Berangkat, Manasik Intensif Memasuki Tahap Akhir Persiapan

Oleh Tim Karesidenan 21 Apr 2026, 21:52 WIB 14 Views

Karesidenan.com – 21 April 2026 | Kabupaten Kudus kembali menjadi sorotan menjelang musim haji tahun ini setelah sebanyak 1.210 calon jemaah haji (calhaj) berhasil menyelesaikan rangkaian persiapan dan kini siap melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Semua jemaah akan berangkat dalam lima kelompok terbang (kloter) yang telah dijadwalkan secara berurutan, menandai langkah akhir menuju Makkah.

Proses persiapan yang meliputi pendaftaran, verifikasi dokumen, serta pelatihan manasik haji telah mencapai puncaknya. Manasik, sebagai simulasi pelaksanaan ibadah haji, dilaksanakan di kompleks pelatihan yang dikelola Kementerian Agama Kabupaten Kudus. Selama dua minggu terakhir, para calhaj mengikuti rangkaian materi yang mencakup tata cara wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, serta tata cara melaksanakan ritual-ritual lainnya dengan bimbingan para ulama dan pembina haji setempat.

Berikut adalah rincian jadwal keberangkatan kelima kloter yang telah ditetapkan:

  • Kloter I: 12 Juli 2024, berangkat dari Bandara Soekarno‑Hatta dengan maskapai Garuda Indonesia.
  • Kloter II: 14 Juli 2024, menggunakan maskapai Lion Air.
  • Kloter III: 16 Juli 2024, maskapai Air Asia.
  • Kloter IV: 18 Juli 2024, maskapai Sriwijaya Air.
  • Kloter V: 20 Juli 2024, maskapai Citilink.

Setiap kloter terdiri dari sekitar 240‑250 jamaah, dengan proporsi seimbang antara laki‑laki dan perempuan. Penataan kelompok ini memperhatikan faktor kesehatan, kebutuhan khusus, serta distribusi geografis asal calon jemaah di dalam Kabupaten Kudus.

Pimpinan Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Dr. H. Abdul Rahman, M.Ag., menekankan pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang masih berlaku. “Kami menginstruksikan semua peserta untuk menjalani pemeriksaan medis lengkap, termasuk tes PCR sebelum keberangkatan, serta mematuhi aturan kebersihan selama proses manasik dan penerbangan. Kesehatan jamaah adalah prioritas utama kami,” ujarnya dalam konferensi pers pada hari Senin.

Selain aspek medis, pelatihan manasik juga menitikberatkan pada peningkatan pemahaman spiritual. Para pembina menyoroti pentingnya kesiapan mental dan rohaniah, mengingat ibadah haji menuntut ketahanan fisik dan ketenangan hati. “Manasik bukan sekadar simulasi teknis, melainkan juga sarana menyiapkan diri secara batin. Kami mengajak para calon jemaah untuk memperdalam niat, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah,” jelas Ustadz Ahmad Syarif, koordinator program manasik.

Selama sesi manasik, peserta diberikan materi mengenai tata cara ihram, pelaksanaan shalat di Masjidil Haram, serta tata tertib di Mina dan Arafah. Simulasi menggunakan miniatur Ka’bah dan replika area Arafah membantu jamaah memahami jarak dan alur gerakan secara praktis. Selain itu, mereka juga diberikan pengetahuan tentang peraturan visa, bagasi, serta prosedur keamanan di bandara internasional.

Berbagai tantangan logistik turut dihadapi, termasuk koordinasi jadwal penerbangan dengan maskapai, pengaturan akomodasi di Mekah dan Madinah, serta penyiapan paket keberangkatan yang mencakup perlengkapan ibadah. Tim khusus yang dibentuk oleh Kementerian Agama Kabupaten Kudus bekerja sama dengan biro perjalanan haji resmi untuk memastikan setiap detail terpenuhi dengan tepat waktu.

Sejumlah warga Kudus yang telah menyelesaikan manasik mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme tinggi. “Saya sangat bersemangat karena ini adalah impian seumur hidup. Manasik memberi saya rasa percaya diri untuk melaksanakan ibadah dengan benar,” kata Siti Nurhaliza, salah satu peserta kloter III. Sementara itu, Bapak Hadi Prasetyo, calon jemaah dari kloter I, menambahkan, “Kami berdoa agar perjalanan lancar dan mendapatkan pahala yang melimpah. Kami juga berharap dapat kembali dengan membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat Kudus.”

Dalam rangka meminimalisir risiko kesehatan selama perjalanan, seluruh jamaah diwajibkan memakai masker standar medis pada saat berada di bandara dan pesawat, serta mengikuti prosedur karantina jika diperlukan. Kementerian Agama juga menyiapkan tim medis yang akan mendampingi setiap kloter selama di tanah air dan di Arab Saudi.

Persiapan akhir meliputi penyusunan dokumen perjalanan, termasuk paspor, visa haji, dan tiket penerbangan. Tim administrasi memastikan setiap dokumen telah terverifikasi dan siap diproses sebelum tanggal keberangkatan. Semua calon jemaah juga diwajibkan mengikuti sesi orientasi akhir yang mencakup penjelasan tentang etika perjalanan, tata cara berinteraksi dengan petugas bandara, serta prosedur darurat.

Dengan segala persiapan yang telah matang, harapan besar mengiringi keberangkatan kelima kloter ini. Kabupaten Kudus menantikan kehadiran jemaahnya di Tanah Suci, yang diyakini akan membawa berkah tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi seluruh komunitas setempat. Semoga setiap langkah mereka dipenuhi keberkahan, keselamatan, dan kepuasan hati dalam menunaikan salah satu rukun Islam yang paling mulia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)