Zeda Salim Lepas Hijab demi Menafkahi Anak: Keputusan Ekonomi yang Mengguncang Publik
Karesidenan.com – 18 April 2026 | Presenter televisi yang selama sepuluh tahun dikenal dengan penampilan berhijab itu, Zeda Salim, mengumumkan keputusan mengejutkan untuk melepas jilbabnya. Pengumuman tersebut disampaikan dalam program “Rumpi” yang ditayangkan di Trans TV pada Jumat, 17 April 2026. Zeda menjelaskan bahwa langkah itu bukan sekadar pilihan fashion, melainkan keputusan yang dipaksa oleh kebutuhan ekonomi. Sebagai seorang ibu tunggal, ia harus menanggung biaya hidup anaknya yang kini beranjak remaja, sekaligus merawat orang tua yang sudah memasuki usia senja.
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Zeda mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami pergolakan batin yang mendalam sebelum memutuskan untuk membuka aurat. Ia mengakui bahwa menyingkirkan hijab berarti menantang citra publik yang selama ini melekat pada dirinya, terutama karena ia sering menjadi narasumber dalam program bernuansa religi. “Sebelum melepas hijab, saya melakukan salat istikharah dan memohon izin kepada Allah, karena tubuh dan rambut saya adalah milik-Nya,” tutur Zeda dalam wawancara tersebut.
Motivasi utama Zeda adalah tanggung jawab finansial. Selama 12 tahun terakhir, ia bergantung pada dukungan orang tuanya, namun kini mereka sudah tidak mampu lagi memberikan bantuan. Anak Zeda, yang akan segera menginjak usia 17 tahun, membutuhkan biaya pendidikan dan kebutuhan harian yang tidak dapat diabaikan. “Jika saya tidak bekerja, anak saya tidak akan memiliki apa-apa untuk dimakan. Saya juga harus memastikan orang tua saya yang sudah tua tidak kelaparan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa ayah anaknya tidak terlibat sejak kehamilan, sehingga beban ekonomi sepenuhnya berada di pundaknya.
Setelah tiga hari berdoa memohon petunjuk, Zeda menerima panggilan dari seorang direktur production house yang menawarkannya pekerjaan baru di dunia televisi. Kesempatan itu muncul pada saat ia hampir menyerah, mengingat usianya yang hampir 40 tahun dianggap tidak lagi ideal untuk menjadi presenter utama. Pekerjaan baru tersebut diharapkan dapat menstabilkan pendapatan keluarga, sekaligus memberikan kebebasan bagi Zeda untuk menentukan penampilan sesuai kebutuhan pribadi tanpa terikat pada standar hijab yang selama ini menjadi identitas publiknya.
Reaksi masyarakat pun beragam. Sebagian mengapresiasi keberanian Zeda dalam menghadapi tekanan ekonomi dan menekankan bahwa pilihan pribadi tidak seharusnya dijadikan bahan kritik moral. Kelompok lain, khususnya yang konservatif, mengkritik keputusan tersebut sebagai penurunan nilai religius, mengingat Zeda sebelumnya sering menampilkan topik keagamaan dalam programnya. Diskusi di media sosial mencerminkan dilema antara kebebasan individu dan ekspektasi sosial, serta menyoroti tantangan yang dihadapi wanita single parent dalam menyeimbangkan karier, kepercayaan, dan tanggung jawab keluarga.
Keputusan Zeda Salim untuk melepas hijab sekaligus kembali ke dunia kerja menegaskan sebuah realita ekonomi yang mengintimidasi banyak wanita Indonesia. Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa faktor finansial dapat memaksa perubahan signifikan dalam identitas pribadi, sekaligus membuka perbincangan lebih luas tentang dukungan sosial bagi orang tua tunggal. Dengan menegaskan fokus utamanya pada pemenuhan kebutuhan anak dan orang tua, Zeda menutup perbincangannya dengan harapan dapat menemukan keseimbangan antara profesionalisme, keimanan, dan peran sebagai ibu. Kesimpulannya, langkah berani ini tidak hanya mengubah penampilan Zeda Salim, tetapi juga menimbulkan refleksi tentang hak individu untuk menentukan cara menafkahi keluarga di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah.
Komentar (0)