Fajar/Fikri Jadi Mimpi Buruk China! Naik Tiga Besar Ranking BWF, Cina Terdesak di 10 Besar

Oleh Tim Karesidenan 15 Apr 2026, 07:49 WIB 25 Views

Karesidenan.com – 15 April 2026 | Setelah menutup Kejuaraan Asia 2026 dengan perunggu, pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian & Muhammad Shohibul Fikri melesat ke peringkat tiga dunia dalam ranking resmi Badminton World Federation (BWF) yang dirilis pada Selasa, 14 April 2026. Kenaikan dua strip ini tidak hanya menandai kemajuan signifikan bagi duo muda, tetapi juga mengubah dinamika persaingan dengan ganda putra asal China yang selama ini mendominasi sepuluh besar dunia.

Fajar/Fikri, yang pertama kali dipasangkan secara kebetulan pada Japan Open 2025 karena kedua pemain harus menunda kerjasama dengan pasangan lama masing-masing, berhasil menorehkan catatan impresif dalam 14 turnamen internasional. Gelar juara China Open 2025 (Super 1000) serta empat final pada turnamen Super 500 ke atas (Korea Open, Denmark Open, French Open, Australian Open) menjadi bukti kualitas mereka. Meski mengalami penurunan performa pada turnamen penutup tahun 2025, mereka bangkit kembali dengan menembus semifinal Kejuaraan Asia 2026, yang pada akhirnya mengukir medali perunggu.

Keberhasilan tersebut membawa dampak langsung pada poin ranking. Fajar/Fikri mengungguli pasangan China Liang Wei Keng & Wang Chang serta pasangan India Satwiksairaj Rankireddy & Chirag Shetty, yang terpaksa mundur karena cedera bahu Rankireddy. Kini duo Indonesia berada tepat di bawah pasangan Korea Selatan Kim Won-ho & Seo Seung-jae (posisi ke-4) dan Malaysia Aaron Chia & Soh Wooi Yik (posisi ke-5). Pencapaian ini menegaskan konsistensi Fajar/Fikri di level elite meski belum genap setahun berpasangan.

Berikut adalah susunan 10 besar ganda putra dunia setelah pembaruan ranking BWF 14 April 2026:

Posisi Pasangan Negara Poin
1 Lee Yang / Wang Chi-Lin China 112,500
2 Kim Won-ho / Seo Seung-jae Korea Selatan 108,300
3 Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri Indonesia 106,750
4 Aaron Chia / Soh Wooi Yik Malaysia 101,200
5 Liang Wei Keng / Wang Chang China 99,850
6 Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty India 97,400
7 Kenta Takeshi / Hiroyuki Saito Jepang 95,600
8 Choi Sol-gyu / Seo Seung-woo Korea Selatan 94,100
9 Marcus Gideon / Kevin Sanjaya Indonesia 92,750
10 Lu Ching / Chen Wei China 90,300

Posisi ketiga Fajar/Fikri memberi sinyal kuat bahwa China tidak lagi menikmati kebebasan mutlak di atas sepuluh besar. Kekuatan tradisional ganda putra China kini harus berbagi panggung dengan pemain-pemain Asia lainnya, terutama Indonesia yang kini menempati tiga slot di dalam 10 besar (posisi 3, 9, dan 10). Keberhasilan ini juga mencerminkan strategi PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) yang menekankan pembentukan pasangan baru berdasarkan kompatibilitas taktis, bukan semata-mata reputasi individu.

Sementara itu, pasangan ganda putri Indonesia Tiwi/​Fadia (Amallia Cahaya Pratiwi & Siti Fadia Silva Ramadhanti) juga mencatat lonjakan peringkat yang mengesankan, naik 18 posisi menjadi peringkat 35 dunia. Keberhasilan mereka di Kejuaraan Asia 2026, meski harus menyerah di semifinal melawan ganda putri nomor satu dunia asal China (Liu Sheng Shu/Tan Ning), menambah moral tim nasional menjelang Piala Uber 2026. Kenaikan poin Tiwi/Fadia berkontribusi pada total poin tim Indonesia, yang kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk menantang dominasi Tiongkok di ajang beregu.

Namun, bukan hanya Indonesia yang menancapkan kuku di peringkat atas. Pasangan Korea Selatan Kim Won-ho / Seo Seung-jae, yang sebelumnya berada di luar lima besar, berhasil menembus posisi ke-2 berkat penampilan konsisten di turnamen Super 750 dan Super 1000 sepanjang 2025-2026. Sementara itu, duo Malaysia Aaron Chia / Soh Wooi Yik tetap menjadi ancaman serius dengan performa stabil di level BWF World Tour Finals 2025 dan penampilan kuat di Malaysia Open 2026.

Berita baik lainnya datang dari pasangan India Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty. Meskipun harus mundur dari Kejuaraan Asia 2026 karena cedera bahu pada Rankireddy, mereka tetap bertahan di peringkat ke-6 berkat poin akumulatif dari kemenangan di India Open 2025 dan penampilan solid di French Open 2025. Kedua pemain tersebut menyatakan tekad kembali bersaing penuh pada musim 2026/2027 setelah rehabilitasi selesai.

Dari sudut pandang China, situasi kini menuntut evaluasi strategi. Liang Wei Keng / Wang Chang, yang berada di posisi kelima, harus meningkatkan performa di turnamen Super 1000 untuk kembali ke puncak. Selain itu, duo veteran Lee Yang / Wang Chi-Lin, meskipun masih menempati puncak ranking, harus menghadapi tantangan fisik dan mental setelah penurunan performa pada akhir 2025. Persaingan dengan pasangan Indonesia yang kini menempati tiga tempat di dalam 10 besar menambah tekanan pada federasi bulutangkis Tiongkok untuk memperkuat program pengembangan pemain muda.

Secara keseluruhan, pergeseran ranking ini mencerminkan dinamika baru dalam dunia ganda putra bulutangkis. Faktor-faktor kunci yang mendorong keberhasilan Fajar/Fikri meliputi:

  • Sinergi taktis yang terbentuk cepat sejak debut di Japan Open 2025.
  • Konsistensi dalam mengumpulkan poin pada turnamen tingkat tinggi (Super 1000, Super 750, Super 500).
  • Dukungan tim teknis PBSI yang menyesuaikan program latihan berdasarkan analisis lawan, khususnya ganda putra China.

Selain itu, keberadaan medali perunggu di Kejuaraan Asia 2026 menambah poin penting yang mengangkat mereka ke posisi tiga dunia.

Ke depan, tantangan terbesar bagi Fajar/Fikri adalah mempertahankan konsistensi di level World Tour Finals serta menargetkan gelar juara pada turnamen Super 1000 berikutnya, terutama di China Open 2026 yang akan datang. Jika berhasil, mereka tidak hanya akan menutup kesenjangan poin dengan Lee Yang/Wang Chi-Lin, tetapi juga dapat mengubah narasi bahwa ganda putra China adalah “mimpi buruk” bagi lawan-lawannya.

Dengan semangat baru dan dukungan penuh dari PBSI, Indonesia tampaknya siap menantang dominasi tradisional negara-negara badminton kuat. Apakah Fajar/Fikri akan melanjutkan tren naiknya dan menorehkan sejarah baru di panggung dunia? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: ganda putra China kini harus menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi mimpi buruk yang baru saja muncul dari tanah air Merah Putih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)