BBRI Bagi Dividen Jumbo Rp209 per Saham: Jadwal Cum‑Date, Ex‑Date & Cara Dapatkan Cuan!

Oleh Gilang Dirga 15 Apr 2026, 03:34 WIB 30 Views

Karesidenan.com – 15 April 2026 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali mengumumkan pembagian dividen tunai yang sangat menggiurkan bagi para pemegang saham. Setelah membayar dividen interim sebesar Rp137 per lembar pada Januari 2026, BRI melanjutkan dengan dividen final sebesar Rp209 per saham. Total nilai dividen mencapai Rp52,10 triliun, setara dengan Rp346 per lembar, namun bagian akhir yang masih menunggu pembayaran adalah Rp209 per saham.

Pengumuman resmi tersebut tercermin dalam dokumen keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 13 April 2026. Jadwal penting meliputi cum‑date, ex‑date, recording date, dan tanggal pembayaran. Investor yang ingin memanfaatkan hak atas dividen harus memperhatikan tanggal‑tanggal kunci tersebut, karena hak kepemilikan saham berubah secara otomatis pada hari ex‑date.

Keputusan Tanggal
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi 20 April 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi 21 April 2026
Cum dividen pasar tunai 22 April 2026
Ex dividen pasar tunai 23 April 2026
Recording date (DPS) 22 April 2026
Pembayaran dividen 8 Mei 2026

Penjelasan singkat tentang istilah‑istilah tersebut penting bagi investor pemula. Cum dividen adalah hari terakhir di mana pembeli saham masih berhak menerima dividen, sementara ex dividen menandakan bahwa pembeli pada hari itu tidak lagi memperoleh hak dividen. Recording date adalah tanggal pencatatan pemegang saham dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) yang menjadi dasar pembayaran, dan pada tanggal 22 April 2026 semua nama yang tercatat akan menerima uang dividen pada 8 Mei 2026.

Bagaimana mekanisme pencairan? BRI bekerja sama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Bagi investor yang menyimpan saham dalam penitipan kolektif, dividen akan ditransfer ke Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui perusahaan efek atau bank kustodian masing‑masing. Pemegang saham warkat (sertifikat fisik) akan menerima transfer langsung ke rekening bank yang terdaftar. Proses ini memastikan dana sampai ke tangan investor dalam hitungan hari kerja setelah tanggal pembayaran.

Dari sisi perpajakan, terdapat perbedaan perlakuan tergantung pada status wajib pajak. Untuk badan usaha dalam negeri, dividen tidak dikenakan pajak. Wajib pajak orang pribadi dapat menikmati pembebasan pajak asalkan dividen tersebut diinvestasikan kembali di dalam negeri sesuai regulasi yang berlaku. Jika tidak, dividen akan dikenakan tarif pajak standar. Investor asing akan dikenakan pajak sesuai perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) yang telah disepakati antara Indonesia dan negara asal mereka.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa kebijakan dividen ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham. Ia menyoroti kinerja positif BRI yang didorong oleh segmen mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta percepatan transformasi digital. “Dividen ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kontribusi BRI dalam mendukung pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia,” ujar Gunardi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diadakan pada 10 April 2026.

Bagi investor ritel, contoh perhitungan sederhana dapat membantu memahami potensi keuntungan. Jika seorang investor memiliki 1.000 lembar saham (10 lot) dan masih memegangnya pada tanggal recording date, ia akan menerima dividen final sebesar Rp209.000 (tanpa potongan pajak). Bila investor tersebut berada dalam kategori orang pribadi yang tidak memenuhi syarat reinvestasi, pajak final dapat mengurangi nilai bersih menjadi sekitar Rp180.000 tergantung tarif yang berlaku.

Penting juga untuk mencatat bahwa investor yang sudah menerima dividen interim pada Januari tetapi menjual sahamnya sebelum cum‑date April 2026 tidak akan berhak atas dividen final. Sebaliknya, pembeli baru yang memasuki posisi saham pada atau sebelum 20 April 2026 akan memperoleh hak penuh atas dividen final, meski mereka tidak menerima pembayaran interim.

Dividen BRI kali ini menambah kepercayaan pasar terhadap sektor perbankan Indonesia, khususnya pada lembaga keuangan yang memiliki basis nasabah luas di seluruh wilayah. Dengan total laba bersih tahun buku 2025 mencapai Rp56,65 triliun, BRI mampu menyalurkan sebagian besar profitnya kembali ke pemegang saham, menandakan kesehatan keuangan yang kuat.

Investor yang menargetkan pendapatan pasif melalui saham dividend‑paying dapat mempertimbangkan BRI sebagai pilihan utama, mengingat likuiditas tinggi, histori pembayaran dividen yang konsisten, dan prospek pertumbuhan yang didorong oleh digitalisasi layanan keuangan. Namun, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis fundamental, toleransi risiko, dan tujuan keuangan masing‑masing.

Secara keseluruhan, pembagian dividen final Rp209 per saham ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial langsung, tetapi juga menegaskan posisi BRI sebagai salah satu pilar utama sistem perbankan Indonesia yang berorientasi pada nilai bagi pemegang saham.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)