Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Duren: Muh Haris Tekankan Gizi Baik sebagai Kunci Masa Depan
Karesidenan.com – 15 April 2026 | Balai Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menjadi saksi terselenggaranya sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu, 11 April. Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, mitra kerja, serta warga setempat ini bertujuan memperkenalkan program nutrisi gratis yang dirancang khusus untuk meningkatkan status gizi anak-anak, ibu hamil, dan lansia di wilayah tersebut.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Duren yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga non‑profit, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal. Selanjutnya, Muh Haris, seorang tokoh masyarakat yang juga menjadi narasumber utama, menyampaikan pandangannya mengenai peran gizi dalam pembangunan generasi masa depan. “Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan pondasi bagi kemampuan belajar, produktivitas, dan kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif yang diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang bekerja sama dengan beberapa organisasi mitra, termasuk lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pangan dan gizi. Melalui program ini, peserta yang terdaftar akan menerima paket makanan bergizi secara gratis setiap hari kerja, dengan komposisi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien penting seperti zat besi, vitamin A, dan asam folat.
- Target penerima manfaat: anak usia dini (0‑6 tahun), balita (1‑5 tahun), ibu hamil dan menyusui, serta lansia di atas 60 tahun.
- Komposisi makanan: beras merah, ikan segar, sayuran hijau, buah lokal, serta suplemen vitamin yang disesuaikan dengan kebutuhan masing‑masing kelompok usia.
- Frekuensi distribusi: setiap hari Senin‑Jumat selama jam operasional balai desa, dengan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas dan kebersihan.
Selama sesi tanya jawab, sejumlah warga mengutarakan kekhawatiran terkait keberlanjutan program serta mekanisme pendaftaran. Muh Haris menjawab bahwa program ini telah mendapatkan dukungan anggaran jangka panjang dari pemerintah provinsi serta sponsor korporat yang berkomitmen menyediakan bahan pangan secara berkelanjutan. “Kami juga melibatkan kader posyandu setempat untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga intervensi dapat disesuaikan secara real time,” jelasnya.
Para petugas kesehatan menambahkan bahwa data awal menunjukkan penurunan signifikan pada angka kasus stunting dan anemia di wilayah yang pernah menjadi pilot project MBG pada tahun 2022. Dengan mengintegrasikan program ini ke dalam sistem layanan kesehatan desa, diharapkan capaian gizi dapat terpantau secara lebih akurat dan tepat sasaran.
Selain manfaat langsung bagi penerima, program MBG juga diharapkan dapat merangsang ekonomi lokal. Bahan makanan utama diproduksi oleh petani dan nelayan setempat, sehingga menciptakan alur pendapatan tambahan bagi komunitas. “Kami menekankan penggunaan produk lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal, sekaligus mendukung petani di sekitar Desa Duren,” kata salah satu perwakilan mitra kerja.
Acara berakhir dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Kabupaten Semarang, Dinas Kesehatan, dan organisasi mitra yang berkomitmen menyediakan sumber daya manusia, logistik, serta pelatihan gizi bagi kader desa. Penandatanganan tersebut menandai langkah konkret menuju pelaksanaan program secara menyeluruh di seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang.
Dengan fokus pada peningkatan gizi sebagai faktor utama pembangunan manusia, sosialisasi MBG di Desa Duren diharapkan menjadi model replikasi bagi wilayah lain. Keberhasilan program ini akan diukur tidak hanya dari jumlah porsi makanan yang didistribusikan, melainkan juga dari perubahan indikator kesehatan masyarakat dalam jangka menengah hingga panjang. Pada akhirnya, upaya bersama ini menegaskan bahwa investasi pada gizi merupakan investasi pada masa depan yang lebih sehat dan produktif.

Komentar (0)