Pariwisata Jepara Dijadikan Motor Penggerak Ekonomi: Bupati Witiarso Utomo Gariskan Strategi Pembenahan Infrastruktur
Karesidenan.com – 19 April 2026 | Jepara – Dalam rangka memperkuat posisi sektor pariwisata sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal dan workshop yang dihadiri oleh tokoh-tokoh bisnis, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta stakeholder pariwisata setempat.
Dalam jangka pendek, Pemkab Jepara akan fokus pada perbaikan aksesibilitas ke destinasi wisata utama, seperti Pantai Kartini, Pulau Panjang, dan situs bersejarah Keraton Kartini. Pembangunan jalan akses, perbaikan fasilitas parkir, serta penyediaan jaringan listrik dan air bersih menjadi prioritas. “Kami tidak hanya memperbaiki jalan, melainkan juga menciptakan lingkungan yang nyaman bagi wisatawan, mulai dari fasilitas sanitasi hingga penerangan jalan yang memadai,” kata Witiarso.
Strategi jangka menengah mencakup pengembangan infrastruktur digital untuk mendukung promosi destinasi secara online. Pemkab berencana membangun pusat informasi wisata berteknologi tinggi yang dapat diakses melalui aplikasi mobile. Hal ini diharapkan meningkatkan visibilitas Jepara di pasar wisata nasional maupun internasional.
Tak hanya infrastruktur fisik, Witiarso menyoroti peran penting Kadin Jepara dalam menggerakkan sektor pariwisata. “Kadin dapat menjadi penghubung antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal. Mereka memiliki jaringan yang luas dan mampu memfasilitasi investasi serta inovasi produk wisata,” jelasnya. Dalam workshop tersebut, perwakilan Kadin menyampaikan kesiapan mereka untuk mendukung program pelatihan keterampilan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner, kerajinan, serta jasa layanan wisata.
Program pelatihan yang direncanakan mencakup peningkatan kualitas layanan, manajemen usaha, serta pemahaman tentang standar halal bagi produk kuliner. Hal ini sejalan dengan tema Halal Bihalal yang menjadi latar belakang acara, menegaskan pentingnya kesesuaian produk wisata dengan nilai-nilai keagamaan yang dijunjung tinggi masyarakat setempat.
Selain itu, Pemkab Jepara berencana mengoptimalkan potensi wisata budaya dengan menggelar festival tahunan yang menampilkan kesenian tradisional, tari, musik, serta pameran kerajinan tangan. Festival ini tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga menjadi ajang promosi produk lokal kepada pasar yang lebih luas.
Dalam upaya meningkatkan daya saing, Pemerintah Kabupaten berkolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi setempat untuk melakukan riset pasar dan pengembangan produk wisata berbasis ekowisata. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sambil menciptakan pengalaman wisata yang autentik.
Witiarso Utomo menegaskan bahwa semua inisiatif ini akan dijalankan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat melalui mekanisme partisipatif. “Kami mengundang warga Jepara untuk menjadi duta pariwisata. Partisipasi mereka dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan keramahan akan menjadi faktor penentu keberhasilan program ini,” ujarnya.
Pembenahan infrastruktur yang direncanakan juga memperhatikan aspek keamanan. Peningkatan penerangan jalan, pemasangan CCTV, serta peningkatan layanan kesehatan darurat di area wisata menjadi bagian dari paket kebijakan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi wisatawan, khususnya bagi mereka yang berkunjung bersama keluarga.
Dalam jangka panjang, Bupati menargetkan peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jepara sebesar 15 persen dalam lima tahun ke depan. Target tersebut didukung oleh proyeksi peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan internasional, yang diperkirakan akan tumbuh seiring dengan perbaikan fasilitas dan promosi yang lebih intensif.
Pengembangan infrastruktur transportasi laut juga menjadi agenda penting. Pemkab berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memperbaiki fasilitas dermaga, sehingga kapal feri dan perahu wisata dapat beroperasi dengan lebih aman dan efisien. Selain itu, rencana pembentukan jalur transportasi darat yang menghubungkan kawasan industri dengan pusat wisata diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas.
Dengan melibatkan Kadin, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal, strategi ini diharapkan menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif. Peningkatan kapasitas SDM, dukungan finansial melalui skema kredit mikro, serta promosi digital menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi tersebut.
Secara keseluruhan, upaya Pemkab Jepara untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi mencerminkan pendekatan terpadu yang memadukan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian budaya. Jika dilaksanakan dengan konsisten, strategi ini berpotensi mengubah citra Jepara menjadi destinasi wisata unggulan di tingkat nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar (0)