Pemkot Semarang Pasang Portal Pembatas 3,4 Meter di Silayur untuk Kurangi Kecelakaan Truk

Oleh Tim Karesidenan 16 Apr 2026, 00:56 WIB 15 Views

Karesidenan.com – 16 April 2026 | Semarang – Pemerintah Kota Semarang (Pemkot) mengumumkan rencana pemasangan portal pembatas ketinggian kendaraan di beberapa titik strategis sekitar turunan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan. Portal dengan tinggi 3,4 meter tersebut dijadwalkan mulai dipasang dalam dua pekan ke depan sebagai langkah preventif untuk menurunkan angka kecelakaan, terutama yang melibatkan truk berat.

Wali Kota Agustina Wilujeng menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan kajian intensif terhadap data kecelakaan di kawasan tersebut. Menurut data kepolisian setempat, silsilah kecelakaan di jalur Silayur menunjukkan pola yang konsisten: truk-truk berukuran besar sering kali melanggar batas ketinggian jalan, menyebabkan tabrakan dengan struktur jalan, kendaraan lain, bahkan menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

“Kecelakaan yang terjadi di Silayur selama beberapa bulan terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Kami tidak bisa menunggu sampai korban jiwa menambah angka statistik. Oleh karena itu, pemasangan portal pembatas menjadi solusi yang cepat, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Agustina dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan aparat kepolisian.

Portal pembatas yang direncanakan memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut:

  • Tinggi: 3,4 meter
  • Lebar: 2,5 meter
  • Bahan: Baja struktural berlapis anti karat
  • Desain: Bentuk melengkung untuk meminimalkan dampak pada kendaraan yang melewati
  • Lokasi pemasangan: Silayur (Jalan Prof. Hamka), titik-titik masuk Ngaliyan, serta persimpangan strategis lainnya

Pemasangan portal diperkirakan memakan waktu kurang lebih tiga hari per titik, dengan tim teknis yang terdiri dari insinyur sipil dan tenaga kerja terlatih. Seluruh proses akan diawasi oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi.

Selain portal pembatas, Pemkot Semarang juga akan meningkatkan upaya sosialisasi kepada para pengemudi truk melalui penyuluhan di pelabuhan dan terminal logistik. Program edukasi ini mencakup penjelasan mengenai risiko melanggar batas ketinggian, prosedur rute alternatif, serta pentingnya mematuhi rambu lalu lintas yang baru.

Penggunaan portal pembatas bukan hal baru di Indonesia. Beberapa kota besar seperti Surabaya dan Bandung telah berhasil menurunkan angka kecelakaan di zona serupa setelah mengimplementasikan sistem serupa. Studi yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Transportasi (Balitbangtransport) mencatat penurunan kecelakaan sebesar 27 % dalam enam bulan pertama pasca‑pemasangan portal di wilayah yang diuji.

Reaksi masyarakat setempat beragam. Sebagian pengemudi truk menyatakan keprihatinan terkait potensi penundaan waktu tempuh, sementara pedagang dan penduduk sekitar menyambut baik upaya tersebut karena diharapkan dapat meningkatkan keamanan jalan. “Kami berharap portal ini tidak menghambat operasional kami, tapi kami siap menyesuaikan diri demi keselamatan bersama,” ujar salah satu supir truk yang menolak disebutkan namanya.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan Semarang menegaskan bahwa portal tidak akan mengganggu arus lalu lintas normal. Sistem deteksi otomatis akan dipasang untuk memberi peringatan dini kepada kendaraan yang melebihi batas ketinggian, sehingga pengemudi dapat mengambil tindakan korektif sebelum mencapai portal.

Dengan langkah ini, Pemkot Semarang berharap dapat menurunkan angka kecelakaan di wilayah Silayur hingga 30 % dalam setahun ke depan. Target jangka panjang mencakup penciptaan jaringan portal serupa di ruas-ruas jalan lain yang memiliki potensi bahaya serupa, menjadikan kota ini contoh dalam penanggulangan kecelakaan lalu lintas berbasis infrastruktur.

Kesimpulannya, pemasangan portal pembatas setinggi 3,4 meter di Silayur merupakan respons konkret Pemerintah Kota Semarang terhadap permasalahan kecelakaan truk yang telah lama mengganggu keamanan jalan. Diharapkan dengan kombinasi infrastruktur yang lebih baik, edukasi kepada pengemudi, dan pengawasan ketat, angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan, meningkatkan kenyamanan dan keselamatan semua pengguna jalan di Semarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)