DWP Kendal Siapkan Pengawasan Ketat Menu MBG di SPPG, Pastikan Gizi dan Keamanan Pangan

Oleh Tim Karesidenan 15 Apr 2026, 11:51 WIB 17 Views

Karesidenan.com – 15 April 2026 | Kabupaten Kendal kembali menegaskan komitmen lembaga sosialnya dalam mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kendal secara resmi mengumumkan rencana aksi konkret untuk memantau proses pengolahan menu makanan di Sekolah Pengembangan Pendidikan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan memastikan kualitas, keamanan, serta kecukupan gizi pada makanan yang disajikan kepada siswa di wilayah tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Ketua DWP Kabupaten Kendal, Sugiyarti Agus Dwi Lestari, dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, perwakilan Dinas Pendidikan, serta sejumlah unsur keagamaan di Pendopo Tumenggung Bahurekso pada Selasa, 9 April 2024. Acara tersebut sekaligus menjadi forum halal bihalal yang mempererat hubungan antar lembaga, sekaligus menjadi ajang diskusi mengenai pelaksanaan MBG di tingkat kabupaten.

Pengawasan ini meliputi beberapa aspek penting:

  • Verifikasi kualitas bahan baku: Tim DWP akan mengecek sertifikasi dan asal-usul bahan makanan yang digunakan, memastikan tidak ada bahan kimia berbahaya atau bahan non-halal yang masuk ke dalam proses produksi.
  • Pengawasan proses memasak: Pemeriksaan suhu penyimpanan dan pemasakan, serta kebersihan peralatan dapur untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Audit gizi: Analisis kandungan nutrisi pada setiap menu harian, memastikan bahwa kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral terpenuhi sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.
  • Evaluasi distribusi: Memastikan bahwa makanan yang telah diproses tiba di sekolah tepat waktu, dalam kondisi terjaga, serta didistribusikan secara merata kepada seluruh siswa.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap program MBG, yang selama ini menjadi sorotan utama dalam upaya menurunkan tingkat kekurangan gizi di kalangan anak usia sekolah. Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) menunjukkan bahwa meskipun program MBG telah meluas ke lebih dari 70% sekolah negeri di Jawa Tengah, masih terdapat celah pada kualitas penyajian makanan di beberapa daerah.

Selain itu, DWP Kendal juga menyiapkan program pelatihan bagi para koki dan staf dapur SPPG. Pelatihan ini mencakup teknik memasak sehat, manajemen kebersihan, serta penggunaan bahan lokal yang kaya nutrisi. “Kami ingin memberdayakan tenaga kerja lokal, sehingga mereka tidak hanya sekadar mengikuti prosedur, tetapi juga memahami pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan anak,” ujar Sugiyarti.

Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kendal menjadi faktor penunjang utama keberhasilan inisiatif ini. Dinas Pendidikan menyiapkan data terperinci mengenai jumlah siswa, kebutuhan kalori harian, serta preferensi makanan daerah, yang kemudian akan dijadikan acuan dalam penyusunan menu harian di SPPG. “Sinergi antara DWP, Dinas Pendidikan, dan pihak dapur sangat krusial. Kami berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan anggaran untuk pelaksanaan pengawasan ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Dr. H. Yusuf, M.Pd.

Implementasi pengawasan menu MBG di SPPG juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Jawa Tengah. Sejumlah kabupaten tetangga, seperti Jepara dan Kudus, telah mengirimkan delegasi untuk mempelajari model kerja DWP Kendal. Jika berhasil, model ini dapat direplikasi secara luas, memperkuat jaringan keamanan pangan di tingkat pendidikan.

Secara keseluruhan, langkah DWP Kendal dalam mengawasi pengolahan menu MBG di SPPG mencerminkan upaya konkret untuk menutup kesenjangan antara kebijakan nasional dan pelaksanaan di lapangan. Dengan menitikberatkan pada kualitas, keamanan, dan distribusi yang tepat, diharapkan program MBG tidak hanya menjadi sekadar program pemberian makanan, tetapi juga menjadi motor utama peningkatan status gizi anak di Kabupaten Kendal.

Pengawasan yang ketat, pelatihan berkelanjutan, serta koordinasi lintas sektor menjadi pilar utama yang akan menentukan keberhasilan program ini. Masyarakat Kendal menantikan hasil positif dari upaya ini, dengan harapan bahwa setiap anak sekolah dapat menikmati makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih optimal dan tumbuh menjadi generasi yang kuat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)