Nova Arianto Ungkap Sikap Tegas atas Keributan Pemain EPA U-20

Oleh Tim Karesidenan 21 Apr 2026, 04:20 WIB 14 Views

Karesidenan.com – 21 April 2026 | Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, mengeluarkan pernyataan tegas usai terjadinya keributan di antara pemain Elite Pro Academy (EPA) U-20 pada pertandingan terakhir. Insiden yang terjadi di belakang lapangan menimbulkan kegelisahan di kalangan pengurus sepak bola tanah air, mengingat pentingnya pembinaan generasi muda dalam kompetisi EPA.

Nova Arianto menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan semangat sportivitas yang harus dijunjung tinggi dalam kompetisi EPA. “Kami menilai bahwa setiap pemain harus memegang teguh nilai disiplin, baik di dalam maupun di luar lapangan. Keributan ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama bagi para pemain yang masih berada dalam fase pembentukan karakter,” ujar Nova dalam konferensi pers yang diadakan di kantor PSSI Jawa Tengah.

Pelatih sekaligus mantan pemain profesional ini menambahkan, pihaknya telah melakukan evaluasi internal dan akan berkoordinasi dengan klub-klub yang terlibat untuk menindaklanjuti kejadian. “Tidak ada toleransi terhadap perilaku yang merusak citra sepak bola Indonesia. Kami akan menyiapkan sanksi disiplin yang sesuai, termasuk kemungkinan skorsing atau denda bagi pemain yang terbukti melanggar kode etik,” tegasnya.

Pernyataan Nova mendapatkan beragam reaksi dari kalangan pengamat dan suporter. Beberapa menilai sikapnya sudah tepat, mengingat pentingnya contoh yang diberikan kepada generasi muda. Sementara itu, ada pula yang mengkritik penanganan insiden yang dinilai belum cukup cepat, mengingat EPA U-20 merupakan ajang utama bagi pengembangan bakat-bakat muda Indonesia.

Elite Pro Academy U-20 sendiri merupakan kompetisi yang dirancang untuk menyiapkan pemain berusia 18-20 tahun memasuki level profesional. Dengan melibatkan klub-klub Liga 1 dan Liga 2, EPA menjadi jembatan penting antara akademi klub dan tim nasional. Oleh karena itu, setiap insiden yang mengganggu ketertiban di lapangan dianggap serius oleh federasi.

Dalam upaya memperbaiki situasi, Nova menuturkan langkah-langkah konkrit yang akan diambil. Pertama, akan diadakan workshop disiplin bersama semua pelatih dan kapten tim guna menegaskan kembali kode perilaku. Kedua, PSSI berjanji akan meningkatkan pengawasan keamanan pada setiap pertandingan EPA, termasuk penambahan personel keamanan dan penggunaan kamera pengawas di area locker room. Ketiga, pemain yang terlibat akan menjalani evaluasi psikologis untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang memicu konflik.

Selain itu, Nova menyoroti pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam membimbing pemain muda. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pelatih di lapangan. Lingkungan keluarga dan sekolah juga berperan dalam menanamkan nilai sportivitas sejak dini,” katanya.

Menutup pernyataannya, Nova menegaskan kembali komitmen Timnas U-20 untuk terus berjuang meraih prestasi di kancah internasional. Ia berharap insiden ini menjadi titik balik yang memperkuat mentalitas tim, sekaligus meningkatkan standar profesionalisme di semua tingkatan kompetisi sepak bola Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)