Produksi Ikan Jawa Tengah Mencapai Rekor Tinggi, Mohammad Saleh Dorong Jadikan MBG sebagai Solusi Gizi

Oleh Gilang Dirga 20 Apr 2026, 23:22 WIB 13 Views

Karesidenan.com – 20 April 2026 | Semarang, 20 April 2026 – Provinsi Jawa Tengah mencatat produksi perikanan yang sangat signifikan pada tahun ini, dengan total mencapai 965.555 ton. Angka tersebut terbagi antara perikanan budidaya yang menyumbang 554.810 ton dan perikanan tangkap sebesar 410.745 ton. Prestasi ini menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu kontributor utama produksi ikan di Indonesia.

Data resmi yang dirilis oleh Dinas Perikanan Provinsi Jawa Tengah memperlihatkan pertumbuhan yang konsisten dalam sektor budidaya, terutama pada komoditas lele, ikan mas, dan udang. Sementara itu, perikanan tangkap tetap mengandalkan sumber daya laut di wilayah pantai utara dan selatan provinsi, dengan fokus pada ikan tongkol, kerapu, dan bandeng.

Jenis Perikanan Produksi (ton)
Budidaya 554,810
Tangkap 410,745
Total 965,555

Melihat potensi besar ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengusulkan agar hasil produksi ikan dijadikan komponen utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Saleh, pemanfaatan ikan dalam menu MBG tidak hanya meningkatkan asupan protein masyarakat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah.

“Kita memiliki sumber daya ikan yang melimpah. Sudah saatnya kita mengoptimalkan manfaatnya untuk kesejahteraan rakyat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Mohammad Saleh dalam sebuah konferensi pers di Gedung DPRD Semarang. Ia menambahkan bahwa pengolahan ikan menjadi produk olahan siap saji, seperti nugget ikan, bakso ikan, dan keripik ikan, dapat memperluas jangkauan distribusi MBG ke sekolah, panti asuhan, dan wilayah terpencil.

Strategi pengolahan ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan ikan, meningkatkan nilai tambah bagi petani dan nelayan, serta mengurangi potensi limbah perikanan yang belum dimanfaatkan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan insentif bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ingin berinvestasi dalam lini produksi olahan ikan, termasuk pembiayaan bersubsidi dan pelatihan keterampilan.

Para ahli gizi menilai bahwa penambahan ikan dalam program MBG dapat menutup kesenjangan asupan mikronutrien penting, seperti omega-3, vitamin D, dan mineral besi. “Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna. Jika dimasukkan dalam bentuk olahan yang menarik bagi anak-anak, risiko defisiensi gizi dapat diminimalisir secara signifikan,” kata Dr. Siti Nurhaliza, pakar gizi dari Universitas Gadjah Mada.

Namun, tantangan tetap ada. Distribusi ikan segar ke daerah pedalaman masih terbatas oleh infrastruktur logistik. Oleh karena itu, pengembangan produk olahan yang tahan lama dan mudah disimpan menjadi prioritas. Pemerintah berencana membangun pusat pengolahan terintegrasi di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Blora, yang akan dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan dingin serta lini produksi otomatis.

Di samping itu, program pelatihan bagi nelayan dan petani ikan juga sedang digalakkan. Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Perikanan Provinsi akan mengadakan workshop mengenai teknik budidaya ramah lingkungan, manajemen kualitas air, serta standar keamanan pangan untuk produk olahan.

Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, harapan besar terletak pada terciptanya ekosistem perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Implementasi kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, menurunkan tingkat kemiskinan, serta memperkuat ketahanan pangan Jawa Tengah dalam jangka panjang.

Kesimpulannya, produksi ikan yang tinggi di Jawa Tengah membuka peluang strategis untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis melalui pengolahan ikan menjadi produk yang menarik dan bergizi. Inisiatif Mohammad Saleh tidak hanya berpotensi meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi sektor perikanan daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)