oleh

Mengintip Keunikan Tradisi Meron Maulid Nabi di Sukolilo Pati

Karesidenan.com – Bermacam acara dan tradisi di adakan tiap daerah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tak terkecuali di Sukolilo Kab. Pati Jawa Tengah. Tradisi yang selalu ramai diserbu warga dan wisatawan di daerah Sukolilo tersebut itu bernama Tradisi Meron.

Ada yang menarik dalam tradisi Meron itu, diantaranya sebanyak 13 gunungan menjulang ke langit setinggi lebih dari 2 meter. Terdapat rangkaian bunga yang melingkar cantik diatasnya, lengkap dengan ayam di bagian tengahnya. Yang menarik dari gunungan tersebut yaitu rangkaian serupa bunga melati yang ternyata terbuat dari bahan ketan.

“Basicnya (makanan di gunungan) adalah beras ketan, dan itu merupakan lambang yang mempunyai makna ngraketaken (merekatkan) persaudaraan, persatuan,” tutur Abdul Qadir, Ketua Yayasan Meron Indonesia.

Abdul Qadir menjelaskan bahwa prosesi tradisi meron tidak pernah berubah sejak ia kecil, mulai dari Istighotsah, kemuan khataman Al Qur’an bil ghoib, setelah itu gebyar budaya pada prosesi ritual akhirnya.

Sigit Hartoko selaku Kepala Disporapar Kab. Pati mengajak kaum muda ‘millenial’ untuk memviralkan Tradisi Meron di Sukolilo sebagai destinasi wisata budaya.

“Meron menjadi warisan budaya yang punya karakteristik, dan ini perlu diviralkan tentunya melibatkan seluruh komponen termasuk generasi muda untuk memberikan multiplier effect termasuk dalam hal ekonomi dan kepada Desa Sukolilo,” jelasnya. (krs/ip)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed