Untuk diketahui, Zana merugi hingga Rp 5,5 miliar dalam kasus penipuan ini. Dijanjikan profit 4 sampai 7 persen.

“Dulu dia datang bilang punya banyak kapal dan menawarkan kerja sama perbekalan kapal, saham kapal, dan kuota solar,” ujarnya.

Selama ini ia hanya diberikan catatan. Jarang dikasih profit. Uang miliar rupiah masuk ke sana.

“Kadang dikasih cuma catatan, pernah dikasih lewat transfer tapi (jumlahnya) tidak sesuai. Beberapa kali diberi cek bodong yang tidak bisa dicairkan,” tutur dia.

Sementara itu, kuasa hukum korban Yosafati Gulo mengatakan, bahwa ada 4 korban Utomo yang kasusnya dia tangani.

“Modus pelaku sama, yaitu mengajak kerja sama saham kapal. Jika ditotal, kerugian keempat korban mencapai sekira Rp 10 miliar,” sambung Yosafati.

Mereka berharap Utomo bisa dihukum maksimal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah membuat para korban rugi miliaran Rupiah. ***